8 Fakta Menarik Kerusuhan yang Terjadi di Ekuador, Pelaku Adalah Bos Geng Narkoba

AKURAT.CO Baru-baru ini, Ekuador di Amerika Latin mengalami kerusuhan yang mencekam karena kaburnya gembong narkoba kelas kakap di negeri itu, Jose Adolfo Macias alias Fito, telah mengancam keselamatan masyarakat.
Setelah Fito kabur, ternyata membuat kekerasan dan kerusuhan sering terjadi dan mereka juga mengancam akan membunuh para sipir di Ekuador, jika pemerintah menempatkan tentara untuk mengendalikan penjara.
Akibat kerusuhan tersebut, ternyata salah satu video sekelompok pria bersenjata menyerbu stasiun televisi di Ekuador menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian warganet.
Pemerintah Ekuador akhirnya mengumumkan perang terhadap geng narkoba setelah Fito kabur, yang mendorong kelompok Fito untuk melawan balik pemerintah dengan berbuat lebih banyak hal.
Baca Juga: Situasi Mencekam, Presiden Ekuador: Negara Saya Sedang Berperang Melawan Geng Narkoba
Mengutip berbagai sumber, Kamis (11/1/2024), berikut ini fakta menarik kerusuhan yang terjadi di Ekuador dan sudah membuat heboh masyarakat dunia.
Fakta Menarik Kerusuhan di Ekuador
1. Pimpinan geng narkoba Los Choneros kabur dari penjara
Fito bukan satu-satunya narapidana yang melarikan diri dari penjara Litoral Guayaquil, dan dia juga bergabung dengan sejumlah orang lain.
Fito adalah ketua geng Los Choneros, yang dikabarkan bertanggung jawab atas berbagai tindakan, termasuk penyanderaan sipir.
Sebelum kabur, ia menjalani hukuman 34 tahun penjara atas pidana perdagangan narkoba dan pembunuhan.
2. Sudah dalam keadaan darurat
Pada Selasa (9/1/2024) lalu, Presiden Ekuador juga mengumumkan beberapa kebijakan terkait masalah yang dihadapi negara tersebut.
Ia menetapkan hampir dua lusin geng sebagai kelompok teroris dan memberi wewenang kepada militer untuk memberantas kelompok kejahatan di luar batas-batas hukum kemanusiaan internasional.
3. Presiden Ekuador mengumumkan perang dengan geng narkoba
Presiden Ekuador Daniel Noboa juga menyatakan perang terhadap kartel narkotika setelah tiga hari konflik antara kelompok kriminal dan penegak hukum.
Noboa membahas "aksi teroris" dan peningkatan drastis kekerasan di negeri tersebut dalam sebuah wawancara dengan radio lokal Radio Canela.
4. Dampak kerusuhan geng narkoba di Ekuador
Kekerasan bersenjata yang dilakukan geng narkoba tersebut telah menyebabkan kematian 11 anggota staf keamanan.
Di beberapa wilayah, kekerasan itu berbentuk blokade, pemboman, dan pembakaran kendaraan.
Sementara itu, lembaga pemasyarakatan nasional menyatakan bahwa para narapidana telah menyandera 139 sipir penjara.
5. 22 Kelompok Kriminal Dinyatakan Sebagai Teroris
Presiden Ekuador mengumumkan bahwa negara dalam kondisi konflik bersenjata internal dan telah mengidentifikasi 22 kelompok kriminal sebagai organisasi teroris.
Selain itu, Noboa memerintahkan tentara untuk melawan kelompok kriminal yang meneror masyarakat.
Noboa mengklaim bahwa pemerintah akan mudah mengambil tindakan terhadap kelompok tersebut dengan menggambarkannya sebagai kelompok teroris.
6. Sekelompok pria bersenjata menyerbu stasiun televisi
Pernyataan dan ancaman dari presiden tersebut dibuat setelah sekelompok pria bersenjata menyerbu stasiun televisi TC di Kota Guayaquil saat siaran langsung.
Baca Juga: Mencekam! Stasiun TV di Ekuador Dijajah Kelompok Bersenjata Saat Siaran Langsung
Mereka juga menyandera karyawan sambil mengacungkan senjata dan granat. Bahkan, beberapa mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Guayaquil juga jadi sandera.
Dari serangan ke stasiun televisi tersebut, pasukan militer berhasil mengamankan 13 orang untuk ditahan.
7. Terdapat korban jiwa
Dari kerusuhan yang terjadi di Ekuador, ditetap 10 orang menjadi korban jiwa, termasuk 2 personel penegak hukum, tewas dalam rentetan tindak kekerasan ini.
Dari 10 orang, terdapat 8 orang di antaranya tewas dalam rentetan serangan di kota Guayaquil dan Sebanyak 3 orang lainnya luka-luka..
8. Kedutaan China di Ekuador tutup
Saat konflik bersenjata melanda Ekuador, telah membuat Kedutaan Besar China mengumumkan akan menghentikan layanan publik untuk sementara. Berapa lama layanan publik akan dihentikan belum jelas.
Kedutaan Besar China di Ekuador mengaktifkan sistem perlindungan darurat setelah peristiwa keamanan terjadi.
Instruksi yang diberikan oleh Kementerian Luar Negeri mengarah pada penerapan mekanisme tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









