Profil Gus Miftah, Pemilik Ponpes Ora Aji Yogyakarta yang Viral Bagi-bagi Duit ke Jemaah untuk Kepentingan Politik

AKURAT.CO Gus Miftah merupakan sosok Ulama yang dianggap tidak wajar dan berbeda karena sering melakukan kajian di dunia malam.
Selain itu, Gus Miftah adalah pendiri Pondok Pesantren Ora Aji yang terletak di Dusun Tundan, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tak heran jika nama Gus Miftah semakin populer, karena dia juga dikenal aktif dalam dunia politik, bahkan mendukung paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dalam Pilpres 2024 mendatang.
Baca Juga: Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri dan Ekonom Indonesia yang Meninggal Dunia di Usia 69 Tahun
Akibat dukungannya tersebut, muncul isu tentang Gus Miftah disebut melakukan politik uang atau money politics dalam mencari dukungan masyarakat.
Mengutip berbagai sumber, Rabu (3/1/2024), berikut ini penjelasan tentang profil Gus Miftah yang menarik untuk diketahui.
Profil Gus Miftah
Nama lengkap Gus Miftah adalah Miftah Maulana Habiburrahman, dan dia lahir di Jabung, Lampung Timur, Lampung, pada 5 Agustus 1981.
Gus Miftah lahir dari keturunan kesembilan Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pondok Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur. M. Murodhi bin M. Boniran bin Kyai Usman adalah nama ayah Gus Miftah.
Untuk mengenali sosok Gus Miftah sendiri juga tidak sulit, karena gayanya yang berbeda dan menonjol, seperti mengenakan blangkon, gaya rambut gondrong, membawa tongkat, dan kacamata hitam.
Gus Miftah pernah melanjutkan studi kuliah di Universitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta, tetapi dia tidak menyelesaikannya di tahun keempat.
Dia lebih memilih melanjutkan studinya di Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, dan lulus pada Februari 2023.
Gus Miftah merasa bahwa pendidikan itu adalah tanggung jawabnya kepada orangtuanya dan anak-anak yang mengidolakannya, sehingga menyelesaikan studinya.
Selanjutnya, Gus Miftah juga mendapat Letter of Acceptance untuk melanjutkan kuliah S2 di Unissula.
Semasa kuliah, Gus Miftah juga aktif di organisasi kemahasiswaan seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Sementara karier berdakwahnya dilakukan Gus Miftah saat berusia 21 tahun di tahun 2000-an.
Perjalanan dakwahnya tersebut, dia lakukan karena sering melaksanakan salat di musala, daerah lokalisasi Yogyakarta yang dikenal sebagai Sarkem.
Gus Miftah kemudian mulai mengadakan kajian agama secara teratur di daerah tersebut dengan niat untuk berdakwah, sesuai ilmu yang dia miliki.
Tempat berdakwahnya tersebut memang dikenal sebagai dunia malam, dan Gus Miftah mengakui bahwa awalnya sulit melakukan dakwah di tempat tersebut, tetapi dia bersyukur karena banyak karyawan yang menerima kehadiran dan dakwahnya.
Selama berpidato, Gus Miftah sering mendengar bahwa karyawan hiburan malam sulit mendapatkan pendidikan agama.
Maka dari itu, Gus Miftah bertekad untuk memperluas wilayah dakwahnya ke kelab malam dan salon plus-plus di sekitarnya.
Kemudian di tahun 2011, Gus Miftah juga mendirikan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.
Baca Juga: Profil Saleh al-Arouri, Pemimpin Hamas yang Tewas karena Serangan Drone Tak Berawak Israel
Karena Ponpesnya tersebut berbeda dari ponpes lainnya, yaitu tidak menggunakan nama dalam bahasa Arab. Ora Aji juga memiliki arti yang mendalam, yaitu "tidak berharga".
Menurut filosofi, nama Ponpes Ora Aji menunjukkan bahwa ketakwaan adalah satu-satunya hal yang penting di mata Allah.
Gus Miftah menampung murid-muridnya di ponpesnya tersebut, yang sebagian besar terdiri dari anak-anak jalanan, anak punk, dan mantan preman.
Gus Miftah semakin terkenal di tahun 2018 karena memberikan pengajian di salah satu kelab malam di Bali dan viral di media sosial.
Pada 2019, popularitas Gus Miftah meningkat lagi saat dia membacakan dua kalimat syahadat bersama Deddy Corbuzier, mantan pesulap dan pembawa acara talkshow terkenal.
Itulah profil hingga perjalanan karier Gus Miftah yang saat ini dikenal sebagai pendakwah dunia malam dengan gayanya yang unik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








