Akurat
Pemprov Sumsel

Apa Itu Lithium Ferro Phosphate atau LFP? Pertanyaan yang Diajukan Gibran Untuk Cak Imin di Debat Cawapres

Shalli Syartiqa | 22 Januari 2024, 14:26 WIB
Apa Itu Lithium Ferro Phosphate atau LFP? Pertanyaan yang Diajukan Gibran Untuk Cak Imin di Debat Cawapres

AKURAT.CO Mengundang kontroversi dalam debat cawapres, Lithium Ferro-Phosphate (LFP) ternyata merupakan salah satu logam yang banyak digunakan dalam baterai isi ulang lithium-ion.

Pada debat keempat Pilpres 2024, calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming, mengajukan pertanyaan tentang LFP kepada calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar.

"Paslon nomor 1 dan timsesnya sering gaungkan LFP, Lithium Ferro Phosphate. Saya enggak tahu ini pasangan nomor 1 ini anti-nikel apa gimana," ungkap Gibran.
 
Sehubungan dengan itu, berikut penjelasan mengenai Lithium Ferro-Phosphate (LFP) yang telah dikutip dari berbagai sumber, Senin (22/1/2024).
 
Apa itu Lithium Ferro-Phosphate (LFP) 
 
Baterai LFP yang juga dikenal sebagai baterai lithium iron phosphate, merupakan jenis baterai litium-ion yang menggunakan besi fosfat sebagai bahan katoda.

Baterai LFP (LiFePO4) dikenal karena memiliki masa pakai yang panjang dan kinerja yang baik pada suhu tinggi.
 
Baterai ini sering digunakan dalam aplikasi yang memprioritaskan masa pakai yang lama dan kinerja yang baik dalam kondisi ekstrem seperti pada kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi jaringan, dan peralatan listrik portabel.
 
Baca Juga: Pernyataan Tom Lembong Soal LFP yang Disinggung Gibran di Debat Keempat Pilpres 2024

Sebaliknya, baterai litium-ion dengan material nikel mangan kobalt/nickel manganese cobalt (NCM) juga umum digunakan dalam kendaraan listrik.
 
Baterai NCM lebih diminati karena kepadatan energinya yang tinggi, memungkinkan penyimpanan energi dalam paket yang ringkas dan ringan.
 
Ini menjadikannya pilihan efisien dan praktis untuk menggerakkan kendaraan listrik, terutama yang membutuhkan jarak tempuh jauh dengan satu kali pengisian daya.

Lebih lanjut, baterai LFP diperkirakan akan menjadi standar untuk kendaraan listrik di masa depan karena dianggap lebih aman dari segi suhu.

Namun, baterai LFP tidak mengandung oksigen (O2), sehingga meskipun dapat mengeluarkan gas saat terjadi korsleting, baterai ini tidak akan terbakar seperti baterai nikel.
 
Hal ini membuatnya lebih aman dan tahan lama.

Walaupun baterai LFP memiliki kepadatan energi yang lebih rendah dibandingkan baterai NCM, kelemahan ini diimbangi dengan kemampuan bertahan dalam ribuan siklus pengisian daya dan ketahanan terhadap pengisian daya cepat.
 
 
 
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.