Akurat
Pemprov Sumsel

Viral Fahri Hamzah Ungkap Anies Cak Imin Akan Jadi Tersangka Setelah Pilpres, Netizen: Dia Perlu Tes Urin!

Shalli Syartiqa | 31 Januari 2024, 11:01 WIB
Viral Fahri Hamzah Ungkap Anies Cak Imin Akan Jadi Tersangka Setelah Pilpres, Netizen: Dia Perlu Tes Urin!

AKURAT.CO Politisi Partai Gelora, Fahri Hamzah, telah menghebohkan media sosial karena pernyataannya.

Dalam sebuah video yang direkam selama pertemuan, Fahri Hamzah mengklaim bahwa calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan dan Cak Imin, akan dijadikan tersangka setelah Pemilihan Presiden 2024.

Dalam rekaman tersebut, seorang peserta pertemuan bertanya ke Fahri Hamzah tentang kegagalan program food estate yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Prabowo.

Fahri merespons dengan menyebut bahwa kegagalan program tersebut hanya merupakan pemberitaan media massa belaka.

Selanjutnya, Fahri menyampaikan klaimnya tentang kemungkinan penetapan Anies Baswedan dan Muhaimin sebagai tersangka setelah Pemilihan Presiden 2024.

"Itu koran, nggak ada fakta hukumnya, yang tersangka setelah pilpres ini namanya Anies Baswedan dan Muhaimin," ujar Fahri.

Baca Juga: Ciptakan Keadilan Bagi Pekerja Kasar, Anies Baswedan Bakal Kaji Ulang UU Cipta Kerja

Menanggapi pernyataan Fahri, tak sedikit warganet yang tidak setuju dengan pendapatnya karena dinilai terlalu tak masuk akal dan menjatuhkan.

"Fahri perlu tes urin," ujar @nep****

"Muka sudah kusam, omongan makin ngelantur aja bung Fahri Hamzah," tulis akun @dan***

"Fahri Hamzah jadi begini ya, astaghfirullah," komentar @haf**

"Dunia ini hanya sementara fahri @Fahrihamzah tobat lohh, kaya setan aja loh ngomong kaga," tulis @ka***

"Emang lu siapa Fahri bukan anggota KPK ,bukan penyidik kok bisa bisa ngomong kayak gini," tulis akun @cut*** diakhiri dengan emotikon kesal.

"Bang fahri lagi panik habis pilpres dia yang masok di daftar kpk kah?" ungkap @jodoh***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.