Akurat
Pemprov Sumsel

Teuku Zacky Beberkan Bullying di Sekolah Internasional Serpong, Ini Kronologi Lengkap dan Identitas Geng Pelaku

Shalli Syartiqa | 19 Februari 2024, 11:11 WIB
Teuku Zacky Beberkan Bullying di Sekolah Internasional Serpong, Ini Kronologi Lengkap dan Identitas Geng Pelaku

AKURAT.CO Saat ini media sosial sedang dihebohkan dengan kasus bullying di sekolah internasional kawasan Serpong yang salah satu pelakunya diduga anak artis.

Dugaan perundungan ini diungkap oleh aktor Teuku Zacky di akun Instagram pribadinya @teukuzacky. Dalam unggahannya, Teuku Zacky turut menyebarkan kronologi yang sebelumnya dibongkar oleh Ibu dari korban bullying.

Kronologi bullying diawali dengan adanya geng yang dinamakan Geng Tai (GT) dan sudah ada sampai sembilan generasi di sekolah internasional kawasan Serpong.

Geng yang biasanya kumpul di sebuah warung yang bernama Warung Ibu Gaul (WIG) tersebut, terdiri atas siswa kelas 12 yang juga mengendalikan dan merekrut anggota baru yang ingin masuk ke geng tersebut.

Diketahui siswa yang berhasil bergabung dengan Geng Tai akan mendapatkan berbagai keuntungan seperti uang dan akses parkir yang dekat dengan sekolah.

Selain itu, siswa kelas 12 yang berhasil mengajak anggota baru untuk masuk geng akan mendapatkan privilege yang salah satunya adalah memperoleh ‘status’ atau jabatan yang lebih terpandang di sekolah.

Di samping itu, diketahui di sekolah internasional tersebut anak laki-laki memiliki status hirarki yang lebih tinggi ketika mereka bergabung ke dalam GT.

“Di Bi***, Anak laki-laki punya status hirarki yang lebih tinggi ketika mereka berhasil bergabung dengan geng. Mereka mengalami tekanan teman sebaya dan para penghasut, yang seringkali berujung pemukulan jika mereka tidak mengikuti perintah yang diberikan oleh penghasut,” tulis Ibu dari korban bullying di Instagram pribadinya.

Baca Juga: Bagaimana Pengalaman Bapak/Ibu Mengintegrasikan Pencegahan Perundungan dalam Pembelajaran atau Bullying

Namun ternyata, terdapat beberapa aturan yang harus dipenuhi untuk menjadi anggota resmi GT.

Pertama, calon anggota baru akan dikumpulkan di suatu tempat untuk melakukan beberapa perilaku menyimpang di antara lain meneriakkan nama, membelikan makanan untuk senior geng, hingga dihukum secara fisik.

“Mereka juga melecehkan calon anggota baru untuk menunjukkan apakah mereka layak menyandang gelar anggota geng,” ungkap sang Ibu korban.

Di sisi lain, puncak bullying yang terjadi di tanggal 2 Februari melibatkan lebih dari 40 orang yang terdiri dari kelas 10 dan 11 yang menjadi saksi mata kejadian. Bahkan beberapa di antaranya terancam drop out dan skorsing.

Kejadian puncak kekejaman yang dilakukan terhadap calon anggota baru GT meliputi pemukulan menggunakan kayu, pencekikan, bahkan diikat di tiang.

Alih-alih menolong korban, saksi yang juga mengambil gambar dan video kejadian tersebut justru menertawakan dan menganggapnya lucu.

Lebih lanjut, kini kejadian tersebut viral di media sosial dan warganet menyebut bahwa salah satu pelakunya adalah anak artis.

Ibu dari korban perundungan pun turut mengancam yang telah terjadi terhadap anaknya yang saat ini dirawat di rumah sakit akibat pembullyan tersebut.

“Rasain lu pada jangan harap dapat ijazah kelulusan bi***, emosi gw denger BAP nya, tunggu pembalasanku. Jangan harap pada tidur pulas kau, mau kau anak artis, anak orang kaya, anak pengusaha gw kaga takut. Usut sampai tuntas  pak,” tandas Ibu korban.





Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.