Fakta-fakta Proyek Beach Club Raffi Ahmad di Gunung Kidul, Muncul Petisi Penolakan dari Masyarakat!

AKURAT.CO Raffi Ahmad baru-baru ini menjadi sorotan publik karena ikut andil dalam proyek Beach Club yang direncanakan akan dibangun di wilayah Gunungkidul.
Namun ternyata, proyek Beach Club Raffi Ahmad tersebut mengundang kontroversi karena disebut merugikan masyarakat sekitar yang terkena dampak dari pembangunannya.
Kini, Raffi Ahmad mengunggah sebuah video klarifikasi bahwa dia akan mengundurkan diri dari proyek Beach Club di Gunungkidul baginya adalah setiap bisnis yang dijalankan harus sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.
Ketika muncul kontroversi hingga sebuah petisi penolakan pembangunan Beach Club di Gunungkidul, akhirnya membuat Raffi Ahmad undur diri.
Baca Juga: Lagi Naik Haji, Raffi Ahmad Tarik Diri dari Proyek Beach Club Gunungkidul
Mengutip berbagai sumber, Rabu (12/6/2024), berikut ini fakta-fakta tentang proyek Beach Club Raffi Ahmad yang direncanakan segera dibangung di Gunungkidul.
Fakta Proyek Beach Club Raffi Ahmad
1. Beli tanah yang dilindungi UNESCO
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) memberikan penolakan terhadap pembangunan Beach Club tersebut, karena akan berdiri di KBAK Gunungsewu.
Proyek Beach Club tersebut dianggap akan menabrak Permen ESDM nomor 17 tahun 2012 tentang Kawasan Bentangan Alam Kars (KBAK).
2. Lokasi pembangunan Beach Club
Sebelum muncul video pengunduran diri, Raffi Ahmad memang pernah mengumumkan bahwa dia telah memulai pembangunan Beach Club di Gunung Kidul.
Baca Juga: Bareng Raffi Ahmad, Zita Anjani Bagi-bagi Makananan dan Susu Gratis Anak Paud
3. Belum ada perizinan pembangunan Beach Club
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Antonius Hary Suknomo, mengatakan bahwa dia belum menerima terkait surat perizinan pembangunan Beach Club di Gunung Kidul.
4. Tanah pembangunan yang dilindungi UNESCO
KBAK Gunungkidul merupakan wilayah yang dilindungi oleh UNESCO, ternyata menjadi lokasi pembangunan Beach Club yang dimaksud.
Untuk menjaga keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem, seharusnya pembangunan tidak boleh dilakukan di wilayah tersebut.
5. Masyarakat krisis air
Sejak adanya perencanaan pembangunan Beach Club di Gunung Kidul, ternyata sejumlah warga di sekitarnya mulai menghadapi krisis air, berdasarkan data dari akun @wespeakuporg.
Dari analisis data tersebut, pembangunan Beach Club dan resort yang dilakukan oleh Raffi Ahmad akan memerburuk situasi ini karena bisa mengancam sumber daya air yang sudah ada.
6. Muncul petisi penolakan pembangunan Beach Club
Masyarakat memberikan respons yang sangat kuat terhadap proyek ini, hingga muncul sebuah petisi yang disebut "Tolak Pembangunan Resort Raffi Ahmad di Gunungkidul!" telah mendapat dukungan yang luar biasa.
Pada 11 Juni 2024, sebanyak 20.399 orang sudah menandatangani petisi ini sebagai bentuk menentang pembangunan resort di wilayah yang dilindungi.
Baca Juga: Rafathar Anak Raffi Ahmad Dituding Masuk Sekolah Kristen, Ternyata Biaya Sekolahnya Setara Kuliah S2
7. Proyek tidak memiliki AMDAL
Selain masalah lingkungan, tampaknya proyek ini tidak memiliki Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).
AMDAL adalah dokumen penting yang harus dimiliki setiap proyek pembangunan untuk memastikan bahwa dampak lingkungan proyek telah dianalisis dan mitigasi yang diperlukan telah direncanakan.
Melihat adanya kontroversi yang besar, telah membuat Raffi Ahmad menyatakan bahwa dia akan undur dari dari proyek Beach Club di Gunungkidul.
Itulah beberapa kumpulan fakta dari pembangunan proyek Beach Club Raffi Ahmad yang sudah membuat heboh masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









