Akurat
Pemprov Sumsel

Update! Sopir Ambulans yang Viral Tertahan Rombongan Jokowi di Kalteng Minta Maaf, Bikin Video karena Spontan

Rahmat Ghafur | 28 Juni 2024, 17:30 WIB
Update! Sopir Ambulans yang Viral Tertahan Rombongan Jokowi di Kalteng Minta Maaf, Bikin Video karena Spontan

AKURAT.CO Sopir ambulans minta maaf kepada masyarakat Indonesia setelah viralkan video tertahan rombongan Jokowi di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dalam video yang beredar, sopir ambulans yang bernama Muhammad Rizki meminta maaf karena telah membuat video yang menghebohkan di media sosial.

Baca Juga: Viral Anak SMA Wisuda dengan Toga dan Pakai Selempang Gelar MIPA, Netizen Ramai Beri Komentar

Video permintaan maaf tersebut diunggah ulang oleh akun X @RagilSemar pada hari ini, Jumat (28/6/2024).

"Pada hari ini Kamis 27 Juni 2024, saya selaku driver ambulans relawan dompet peduli menyatakan dengan adanya video yang sedang viral pada saat kunjungan Bapak Presiden Joko Widodo pada Rabu (26/06/2024)," ungkap sang sopir ambulans.

Rizki menjelaskan bahwa video tersebut dibuat karena ia panik mendapatkan pasien prioritas yang harus segera dibawa ke rumah sakit.

"Saya panik dan spontan membuat video tersebut dengan maksud dan tujuan tidak lain agar saya mendapat prioritas jalan menuju rumah sakit," sambungnya.

Kronologi Awal

Sebelumnya, sebuah ambulans yang mengangkut pasien terhenti lajunya oleh iring-iringan mobil Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melintas bersamaan.

Kejadian di Sampit, Kalimantan Tengah ini viral di media sosial melalui sebuah video yang diduga direkam oleh sopir ambulans.

Dalam video tersebut, terlihat ambulans diberhentikan sementara seorang pasien berbaring di bagian belakang, didampingi oleh dua orang lainnya.

Narasi video menjelaskan bahwa ambulans tersebut diminta untuk berhenti dan mematikan sirene ketika rombongan mobil presiden lewat.

Klarifikasi Pihak Istana

Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden (Setpres), M Yusuf Permana, menegaskan bahwa ambulans harus selalu diberikan prioritas di jalan.

Dalam pesan singkat di Jakarta pada Kamis, Yusuf menyatakan bahwa sesuai prosedur operasi standar (SOP), ambulans harus mendapatkan akses utama dan tidak boleh terhambat.

Ia menjelaskan bahwa SOP ini selalu diinformasikan oleh Tim Istana kepada tim pengamanan wilayah untuk diterapkan selama kegiatan presiden di berbagai daerah di Indonesia.

Mengenai kejadian terhambatnya ambulans baru-baru ini, Yusuf menyampaikan permohonan maaf.

"Kami memohon maaf kepada keluarga dan masyarakat atas kejadian tersebut dan akan selalu mengingatkan kembali kepada semua jajaran pengamanan," kata dia, dikutip pada Jumat (28/6/2024). 

Baca Juga: DPRD DKI Minta Pemprov Sedia Ambulans Jenazah Gratis Warga Kurang Mampu

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D