Akurat
Pemprov Sumsel

Kronologi Peristiwa Bullying Siswa SMP di Gowa Sulawesi Selatan, Keluarga Korban Geram Lihat Reaksi Pihak Sekolah!

Iim Halimatus Sadiyah | 29 Agustus 2024, 18:00 WIB
Kronologi Peristiwa Bullying Siswa SMP di Gowa Sulawesi Selatan, Keluarga Korban Geram Lihat Reaksi Pihak Sekolah!

AKURAT.CO Viral sebuah video bullying anak SMP di media sosial yang dilakukan oleh teman sekelasnya sendiri hingga korban diduga pingsan, di Gowa, Sulawesi Selatan.

Video yang tersebar di media sosial, menunjukkan aksi perundungan atau bullying terhadap siswa SMP di Gowa, Sulawesi Selatan, tepatnya saat sedang di dalam ruang kelas.

Dikutip dari akun X @HushWatchID, Kamis (29/8/2024), terlihat sebuah adegan bullying yang terjadi di ruang kelas, antar siswa SMP di Gowa, hingga terjadi kekerasan fisik.

Dalam video tersebut, ada seorang siswa dengan topi sedang memukul dan menonjok temannya berulang kali.

Baca Juga: Viral Siswa SMP di Gowa Jadi Korban Perundungan, Diinjak Berkali-kali hingga Tak Sadarkan Diri

Tak hanya pukulan, namun siswa itu juga membanting temannya hingga keduanya terkapar di lantai, kemudian dilanjutkan dengan aksi menginjak-nginjak korban.

Sementara teman-teman kelas lainnya tidak ada yang berani atau berusaha menghentikan perkelahian tersebut.

Korban yang awalnya sempat memberi perlawanan, akhirnya terkapar di lantai, namun pelaku tetap menginjak temannya tanpa henti.

Hingga tubuh korban terlihat diam saja, barulah seorang teman yang lain menghampirinya dan mengajaknya berbicara, namun tidak ada jawaban.

Baca Juga: Viral Jet Pribadi Kaesang Pangarep, Komisi XI Minta Penjelasan Bea Cukai

Dalam video 34 detik, terlihat bahwa pelaku memukul korban berulang kali dan korban juga menerima injakan kaki hingga kepalanya terbentur di lantai, serta diduga tidak sadarkan diri.

Sebuah insiden kekerasan yang diketahui terjadi antara siswa SMPN 3 Gowa, telah memicu kemarahan keluarga korban.

Keluarga korban mengaku telah menemui pihak sekolah untuk meminta keadilan, namun reaksi dari pihak sekolah justru seperti menutup-nutupi kejadian sebenarnya.

"Ini pihak sekolah menutupi kejadian sebenarnya. Awalnya dia cuman bilang perkelahian biasa. Dan si anak dalam keadaan tidak sadar setelah dipukuli," tulis salah satu akun yang mengunggah kronologi kejadian bullying siswa SMP di Gowa.

Akun tersebut juga mengatakan bahwa awalnya keluarga korban tidak diberitahu tentang video perkelahian tersebut, karena pihak sekolah sudah menghubungi keluarga pelaku.

"Video ini ternyata sudah diperlihatkan sekolah ke keluarga si pelaku, tapi keluarga korban tidak diberitahu sama sekali. Tetapi tetap dipaksa untuk tanda tangan perdamaian dengan dalih 'namanya anak-anak'," tulisnya.

Keluarga korban awalnya sempat percaya, namun tiba-tiba saja video tersebut sampai ke tangan ibu korban pada malam hari, dikirim oleh seorang yang tidak diketahui identitasnya.

"Ternyata video ini baru sampai ini malam ditangan si ibu, dikirim oleh orang yang tidak diketahui," tambahnya.

Setelah melihat video tersebut, tentu saja keluarga korban langsung mendatangi sekolah dan mencari keadilan untuk anaknya, namun pihak sekolah tetap bersikukuh untuk tidak menindaklanjuti kasus karena sudah damai.

"Keluarga korban sudah kembali ke sekolah berkali-kali tapi pihak sekolah selalu bilang bahwa 'ini sudah damai'," jelasnya,

Sikap pihak sekolah yang terkesan tidak peduli, telah dinilai keluarga korban sebagai upaya penipuan dan memberi tekanan kepada mereka untuk menyetujuan kesepakatan damai, yang sebenarnya tidak diketahui kejadian sebenarnya.

"Bukankah ini bentuk penipuan?! Mana ada keluarga yang ingin berdamai jika mengetahui kejadiannya seperti ini. Malahan pihak sekolah memojokkan keluarga korban!! Apakah ini terlihat perkelahian biasa. Tidak!! Ini sudah termasuk ranah pe*bu*uhan," ungkap akun itu.

Akibat viralnya video tersebut di media sosial, kini pihak sekolah mendapat kecaman dari masyarakat dan memintanya untuk menindaklanjuti kasus bullying antar siswa di SMPN 3 Gowa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.