Viral! Santri di Aceh Disiram Air Cabai Oleh Istri Pimpinan Ponpes, Tubuh Perih hingga Memerah

AKURAT.CO Viral di media sosial seorang santri berusia 15 tahun di sebuah pondok pesantren di Desa Pante Ceureumen, Aceh Barat, Provinsi Aceh, disiram air cabai dan dibotaki oleh istri pimpinan pondok pesantren yang berinisial NN, pada Selasa (1/10/2024).
Akibat kekerasan tersebut, santri yang masih bersekolah di tingkat SMP itu mengalami luka dengan tubuh memerah, bengkak, dan perih.
Dalam video yang beredar menunjukkan sang nenek memandikan cucunya untuk meredakan rasa perih akibat disiram air cabai.
Baca Juga: Jelang Debat Pilkada, Prasetyo Edi Kasih Masukan ke Pramono-Rano Soal Berbagai Masalah di Jakarta
Ibu kandung korban, Marnita membenarkan bahwa anaknya mengalami dugaan kekerasan tersebut hingga harus mendapatkan perawatan.
"Anak saya disiram dengan air cabai oleh NN istri dari Pimpinan Pesantren Darul Hasanah karena dia dituduh melanggar aturan pesantren. Kejadiannya kemarin sore hari Senin di pesantren," jelas Marnita.
Sementara itu, tindakan tersebut diberikan karena santri diduga melanggar aturan pesantren setelah ketahuan merokok.
Pemeriksaan terhadap NN dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/123/X/2024/SPKT/POLRES ACEH BARAT/Polda Aceh, terkait dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak.
Baca Juga: Setelah 15 Tahun Melatih, Hendrawan Akhirnya Angkat Kaki dari Pelatnas Bulutangkis Malaysia
"Petugas kami dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) sedang mendalami kasus ini," ungkap Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, Iptu Fachmi.
Menurut Iptu Fachmi, dalam laporannya, korban diduga mengalami penyiksaan berupa disiram air cabai dan rambutnya dicukur.
Jika terbukti bersalah, NN bisa dijerat dengan pasal kekerasan terhadap anak sesuai Pasal 76C juncto Pasal 80 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










