Apa Agama Rara Pawang Hujan? Di KTP Tertera Kepercayaan terhadap Tuhan, Ternyata Menganut Kepercayaan Ini

AKURAT.CO Rara Istiati Wulandari yang akrab disapa Mbak Rara adalah pawang hujan yang mencuri perhatian publik, terutama saat aksinya di MotoGP Mandalika 2022.
Selain kemampuan Mbak Rara mengendalikan cuaca, agama dan kepercayaannya juga kerap menjadi sorotan dan menimbulkan rasa penasaran di kalangan masyarakat.
Inilah kepercayaan dan agama Rara Pawang Hujan yang sempat disorot publik.
Agama dan Kepercayaan Rara Pawang Hujan
Mbak Rara secara tegas menyatakan dirinya bukan seorang muslim.
Ia mengaku non-muslim dan menganut kepercayaan Kejawen.
Bahkan, ia menyebutkan bahwa yang ia baca adalah mantra Kejawen. Rara juga mengungkapkan bahwa ia belajar sedikit tentang agama Hindu dan membaca "gaya tri mantra".
Ia belajar berbakti atau ngayah di Puri Satria di Bali, yang merupakan tempat belajar bagi penganut Hindu.
Meskipun demikian, Mbak Rara juga menegaskan bahwa di Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya tertera keterangan keyakinan "Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa".
Ia menjelaskan bahwa keyakinan ini sudah boleh dicantumkan di KTP oleh pihak sensus penduduk sejak tahun 2017 atau 2018 dan sudah legal.
Rara juga memiliki pandangan luas terhadap agama. Ia mengaku senang mendatangi Pura dan Vihara.
Selain itu, ia juga senang mendengarkan suara azan dan lantunan ayat suci Alquran, serta berbagai lagu rohani Nasrani, mengingat ada anggota keluarganya yang beragama Katolik dan Kristen.
Baginya, semua agama mengajarkan cinta kasih, dan ia percaya pada kebaikan Tuhan Yang Maha Esa serta prinsip Bhineka Tunggal Ika.
Profil Rara Pawang Hujan
Raden Roro Istiati Wulandari atau yang lebih dikenal sebagai Mbak Rara adalah seorang perempuan yang lahir di Papua pada 22 Oktober 1983.
Ia besar di Yogyakarta dan senang menetap di Bali, meskipun saat ini lebih banyak beraktivitas di Jakarta.
Di Bali, ia dikenal sebagai "tukang terang". Ia juga dikenal sebagai paranormal dan ahli tarot.
Dalam menjalankan aksinya sebagai pawang hujan, Rara menggunakan mantra Kejawen.
Ia menjelaskan bahwa caranya mengusir hujan adalah melalui perantara getaran suara dari mangkuk emasnya.
Getaran suaranya ini diyakini mencapai hati, telinga, bahkan alam lain, sehingga awan mendung dapat bergeser mengikuti langkah kaki dan suara yang dihasilkan dari mangkuk yang dibawanya.
Rara mengakui bahwa ritualnya melibatkan makhluk halus dari alam lain, namun ia menekankan bahwa yang membantunya bukan jin, melainkan roh leluhur atau dewa-dewi di Bali.
Mbak Rara sempat menjadi perbincangan luas saat aksinya di MotoGP Mandalika 2022.
Aksi Rara juga mendapat pujian dari akun resmi MotoGP melalui Twitter. Menteri BUMN Erick Thohir bahkan dengan bangga menyebut aksi Rara sebagai kearifan lokal.
Itulah profil, agama, dan kepercayaan Rara Pawang Hujan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







