Jejak Digital Ungkap Anies Pernah Dukung Kereta Cepat, Kini Justru Kritik 'Beban Utang Rakyat'

AKURAT.CO Pernyataan Anies Baswedan yang mengkritik proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCIC) sebagai beban utang negara kembali menuai sorotan.
Warganet ramai-ramai membongkar jejak digital yang menunjukkan bahwa Anies justru pernah mendukung proyek tersebut saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang (1/11/2025), Anies menilai proyek KCIC sebagai contoh “proyek mercusuar” yang membebani rakyat.
“Apalagi kalau menimbulkan utang yang harus ditanggung oleh seluruh rakyat, padahal manfaat proyeknya hanya dirasakan oleh sebagian kecil,” ujar Anies.
Namun tak lama setelah pernyataan itu viral, netizen membagikan bukti bahwa Anies ternyata pernah menandatangani Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 1640 Tahun 2019, tentang Penetapan Lokasi untuk Pembangunan Jalur, Stasiun, dan Fasilitas Kereta Cepat Jakarta–Bandung.
Kebijakan itu bahkan diperpanjang melalui Kepgub Nomor 1563 Tahun 2021.
“Bacot rekam digital masih ada," sindir Akun X @tham878 sambil menampilkan tangkapan layar dokumen resmi tersebut.
Netizen lain, @thedufresne, juga menyoroti standar ganda Anies dengan membandingkan proyek KCIC dan MRT Jakarta.
"APBN dipake untuk bayar utang proyek MRT Jakarta. Yang naik MRT hanya warga Jakarta & sekitarnya. Tapi yang diserang cuma Whoosh,” tulisnya.
Cuitan lain dari akun terverifikasi @FirzaHusain menambahkan sentilan. “Halah, Anies mah omon2 doang,” yang diartikan sebagai sindiran atas inkonsistensi sikap Anies.
Kini publik kembali mempertanyakan posisi Anies terhadap proyek infrastruktur nasional, terutama karena jejak digital kebijakan dan pernyataannya tampak saling bertolak belakang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









