Tak Sekadar Hiburan, Animasi Garuda di Dadaku Jadi Uji Nyali IP Lokal di Pasar Global

AKURAT.CO Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya pengembangan Intellectual Property (IP) lokal lintas medium agar karya kreatif Indonesia tetap relevan, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Salah satu contoh IP lokal karya anak bangsa yang dinilai strategis adalah animasi Garuda di Dadaku produksi BASE Entertainment dan KAWI Animation.
Kementerian Ekraf mengapresiasi langkah adaptasi IP ikonis Indonesia tersebut ke dalam format animasi, yang dinilai mampu menjangkau generasi baru sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi industri kreatif nasional.
“Transformasi Garuda di Dadaku ke animasi menunjukkan bagaimana IP lokal dapat terus hidup, menjangkau generasi baru, serta menciptakan nilai tambah ekonomi,” ujar Teuku Riefky dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).
Menurutnya, animasi ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari strategi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional, mendorong inovasi, serta membuka peluang kolaborasi lintas sektor.
Ia menegaskan, ekonomi kreatif kini menjadi the new engine of growth yang mampu menggerakkan industri, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing karya lokal di tingkat global.
“IP ikonis Indonesia yang sarat nilai sportivitas dan keluarga seperti Garuda di Dadaku diharapkan hadir kembali dalam format animasi yang relevan bagi generasi masa kini, sekaligus memperkuat posisi subsektor animasi nasional,” tegasnya.
Melalui kolaborasi lintas studio dan mitra, film animasi ini dinilai berpotensi memperkenalkan IP lokal ke audiens baru, serta membuka ruang inovasi dan pengembangan pasar internasional.
Sebelumnya, teaser trailer dan poster animasi Garuda di Dadaku resmi diluncurkan di XXI Plaza Indonesia pada 17 Desember 2025.
Teaser tersebut memperkenalkan karakter Gaga, seekor burung Garuda penuh energi, yang bertemu dengan Putra, seorang anak dengan mimpi besar menjadi pesepak bola tim nasional.
Kisah keduanya mengangkat nilai keberanian, persahabatan, dan proses bertumbuh.
Produser BASE Entertainment, Shanty Harmayn, mengatakan adaptasi animasi ini bertujuan menghadirkan Garuda di Dadaku dengan pendekatan yang lebih dekat dan relevan bagi generasi muda.
“Garuda di Dadaku adalah IP yang lekat dengan memori banyak orang Indonesia. Lewat animasi, kami menghadirkan ceritanya secara hangat, relevan, serta berfokus pada karakter dan emosi anak,” ujarnya.
Peluncuran teaser juga memperkenalkan jajaran pengisi suara, di antaranya Kristo Immanuel sebagai Gaga, Keanu Azka sebagai Putra, Revalina S. Temat sebagai Dewi Garuda, serta Quinn Salman sebagai Naya.
Film ini disutradarai Ronny Gani dan diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, serta Tanya Yuson.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





