Akurat Logo

Apa Itu Love Scamming? Modus Penipuan yang Viral di Kasus Fabiola Eks Istri Reza Smash

Dani Zahra | 3 Juni 2026, 13:00 WIB
Apa Itu Love Scamming? Modus Penipuan yang Viral di Kasus Fabiola Eks Istri Reza Smash
Love scamming. (Ai)

AKURAT.CO Nama Fabiola Elizabeth Agnes, mantan istri Reza SMASH, tengah menjadi sorotan publik setelah diduga terlibat dalam kasus penipuan daring berkedok asmara atau love scamming.

Kasus tersebut disebut menyebabkan kerugian hingga mencapai Rp41 miliar dan menarik perhatian luas di media sosial.

Berdasarkan informasi yang beredar, Fabiola masuk dalam daftar 38 tersangka yang diduga tergabung dalam jaringan penipuan online internasional dengan modus "pig butchering" yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surakarta.

Baca Juga: Siapa Fabiola Elizabeth Agnes? Eks Istri Reza Smash yang Viral Akibat Dugaan Love Scamming Rp41 Miliar

Dalam jaringan tersebut, Fabiola disebut bekerja dengan sistem penggajian.

Ia diduga menerima bayaran puluhan juta rupiah setiap bulan dan berpeluang memperoleh bonus tambahan apabila berhasil melampaui target jumlah korban yang telah ditentukan.

Ramainya kasus ini membuat istilah love scamming kembali menjadi perbincangan hangat dan memicu rasa penasaran masyarakat. Banyak orang mulai mencari tahu bagaimana modus tersebut bekerja dan mengapa korbannya bisa mengalami kerugian dalam jumlah besar.

Meski istilahnya belum terlalu familiar bagi sebagian orang, praktik love scamming sebenarnya telah lama menjadi salah satu bentuk kejahatan siber yang kerap memanfaatkan hubungan romantis palsu untuk menipu korban.

Karena itu, memahami pola dan cara kerja modus ini menjadi langkah penting agar tidak terjebak dalam jebakan asmara yang berujung kerugian finansial.

Mengenal Apa Itu Love Scamming

Love scamming atau romance scam adalah modus kejahatan yang dilakukan dengan berpura-pura menjalin hubungan romantis.

Pelaku berusaha membangun kedekatan emosional agar korban merasa nyaman, percaya, bahkan jatuh cinta.

Aksi ini umumnya dilakukan melalui media sosial, aplikasi pencarian jodoh, hingga platform pesan instan.

Targetnya sering kali orang-orang yang sedang mencari pasangan atau membutuhkan perhatian secara emosional.

Yang membuat modus ini berbahaya adalah prosesnya yang tidak dilakukan secara terburu-buru.

Pelaku bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menciptakan hubungan yang tampak meyakinkan sebelum akhirnya mulai meminta uang.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dani Zahra
D