Tafsir Surat Al-Ankabut Ayat 14, Kisah Banjir Bandang yang Melanda Kaum Nabi Nuh

AKURAT.CO Banjir bandang merupakan jenis banjir yang datang secara tiba-tiba disertai dengan debit air yang besar. Banjir bandang menjadi salah satu bencana alam yang kerap melanda beberapa negara di dunia, termasuk juga Indonesia.
Dalam sejarah agama Islam, banjir bandang juga pernah melanda kaum nabi terdahulu. Bencana alam ini bahkan telah tercatat dalam Al-Qur'an, tepatnya pada surat Al-Ankabut ayat ke 14.
Berikut ini merupakan bacaan dan tafsir surat Al-Ankabut ayat 14:
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًاۗ فَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ
Artinya: "Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian, mereka dilanda banjir besar dalam keadaan sebagai orang-orang zalim".
Baca Juga: Khutbah Singkat Bulan Syawal: 3 Upaya Menjaga Spirit Ramadhan di Bulan-bulan Setelahnya
Ayat di atas mengisahkan tentang Nabi Nuh yang merupakan bapak para nabi. Beliau berdakwah menyeru kepada kaumnya selama sembilan ratus lima puluh tahun. Nabi Nuh menyeru kaumnya diwaktu siang dan malam dengan suara lemah lembut. Tetapi terkadang Beliau juga menyeru dengan suara keras untuk menyampaikan ancaman dari Allah SWT.
Akan tetapi dakwah beliau tak kunjung membuahkan hasil, sebab hanya sedikit dari kaumnya yang mau beriman kepada Allah SWT. Sisanya menolak bahkan mendustakan Beliau.
Atas perbuatan mereka, Allah SWT menyiksa kaum Nabi Nuh dengan "Topan Nabi Nuh". Siksaan ini berupa banjir bandang yang menenggelamkan mereka. Banjir bandang itu tidak menyisakan seorangpun, kecuali mereka yang beriman. Mereka selamat setelah ikut menaiki bahtera Nabi Nuh.
Penjelasan ayat ini juga diriwayatkan oleh Al-Hakim, yaitu:
Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa ia berkata, "Allah mengutus Nabi Nuh ketika usia 40 tahun dan berdakwah pada kaumnya selama 950 tahun menyeru mereka untuk mengikuti agama Allah dan Nabi Nuh hidup setelah banjir (topan) selama 60 tahun, sehingga jumlah manusia menjadi banyak dan tersebar. (Riwayat al-hakim).
Baca Juga: 5 Amalan Bulan Syawal Bagi Wanita Haid: Memperoleh Keberkatan Meskipun dalam Kondisi Khusus
Dalam tafsir Ibnu Katsir, ayat ini dikatakan sebagai bentuk penghiburan serta peneguhan hati Nabi Muhammad SAW. Bahwasanya Nabi SAW tidak perlu menyesali sikap orang-orang yang kafir terhadap Beliau serta kalangannya. Ia juga tidak perlu bersedih hati atas sikap mereka, sebab Allah-lah yang akan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia pulalah yang akan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya.
Wallahu a'lam bishawab
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





