Gambaran Sakaratul Maut Menurut Al-Qur'an dan Hadis, Nyawa Orang Kafir Sulit Keluar

AKURAT.CO Sakaratul maut adalah fase terakhir dari kehidupan manusia di dunia sebelum memasuki alam barzakh.
Dalam Islam, sakaratul maut adalah momen yang sangat krusial dan penuh tantangan, di mana jiwa seseorang akan dicabut dari jasadnya.
Fase ini digambarkan dalam Al-Qur'an dan Hadis sebagai proses yang penuh dengan kesulitan, terutama bagi orang yang banyak berbuat dosa.
Gambaran Sakaratul Maut dalam Al-Qur'an
1. Kedahsyatan Sakaratul Maut
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman tentang dahsyatnya sakaratul maut:
"Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya." (Q.S. Qaf: 19)
Ayat ini menggambarkan bahwa sakaratul maut adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari oleh manusia, meskipun mereka berusaha menghindarinya sepanjang hidup.
Sakaratul maut datang dengan penuh kebenaran dan kejujuran, memperlihatkan segala amal perbuatan manusia selama hidup di dunia.
Baca Juga: Hukum Membongkar Perselingkuhan Orang dalam Perspektif Islam
2. Pencabutan Nyawa yang Sulit bagi Orang Kafir
Allah SWT juga berfirman tentang sulitnya pencabutan nyawa bagi orang-orang yang ingkar:
"Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (sambil berkata): 'Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar'." (Q.S. Al-Anfal: 50)
Dalam ayat ini, sakaratul maut bagi orang kafir digambarkan sebagai proses yang menyakitkan, di mana malaikat mencabut nyawa dengan kekerasan sambil menyiksa mereka. Ini menunjukkan betapa beratnya sakaratul maut bagi orang yang tidak beriman dan banyak berbuat dosa.
Gambaran Sakaratul Maut dalam Hadis
1. Kesulitan Sakaratul Maut
Rasulullah SAW bersabda tentang kesulitan yang dialami seseorang saat sakaratul maut:
"Sungguh, sakaratul maut itu lebih menyakitkan daripada seratus tebasan pedang." (HR. Ahmad)
Hadis ini menunjukkan bahwa rasa sakit yang dirasakan saat sakaratul maut sangatlah besar, bahkan lebih dari sekadar rasa sakit fisik yang disebabkan oleh luka atau senjata. Hal ini mengingatkan kita betapa pentingnya mempersiapkan diri dengan amal saleh sebelum menghadapi kematian.
2. Keadaan Orang Beriman Saat Sakaratul Maut
Rasulullah SAW juga menjelaskan keadaan orang beriman saat sakaratul maut:
"Sesungguhnya orang mukmin, ketika sakaratul maut, didatangi oleh malaikat dengan wajah putih bersinar seperti matahari, membawa kain kafan dari surga, dan wewangian dari surga. Lalu mereka duduk sejauh mata memandang." (HR. Ahmad)
Baca Juga: 5 Prinsip Peradaban Islam di Era Digital
Hadis ini menggambarkan bahwa sakaratul maut bagi orang beriman adalah saat yang penuh dengan ketenangan dan keindahan. Malaikat datang dengan penuh rahmat, membawa kain kafan dan wewangian dari surga, yang merupakan tanda bahwa ruh mereka akan ditempatkan di tempat yang mulia.
Sakaratul maut adalah momen yang sangat menentukan dalam perjalanan hidup manusia menuju akhirat. Dalam Islam, sakaratul maut digambarkan dengan sangat jelas, baik dalam Al-Qur'an maupun Hadis.
Bagi orang yang beriman dan taat kepada Allah SWT, sakaratul maut adalah pintu menuju rahmat dan kebahagiaan abadi di surga. Sebaliknya, bagi orang yang ingkar, sakaratul maut menjadi awal dari penderitaan yang tak terhingga.
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk selalu mempersiapkan diri dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan, agar dapat menghadapi sakaratul maut dengan tenang dan khusyu’.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









