In Memoriam: Legenda Panahan Indonesia Kusuma Wardhani Berpulang Di Makassar Hari Ini

AKURAT.CO, Kabar duka datang dari dunia olahraga nasional akhir pekan ini. Ya, pada Minggu (12/11), telah berpulang salah satu legenda panahan Tanah Air yang menyumbangkan medali pertama untuk Indonesia di ajang olimpiade: Kusuma Wardhani.
Kusuma Wardhani adalah satu dari trio srikandi yang menyumbangkan medali perak di cabang panahan Olimpiade Seoul 1988. Hingga kini, medali di nomor beregu putri tersebut dikenang sebagai sejarah pembuka keran medali Indonesia di olimpiade.
Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 20 Februari 1964, Kusuma Wardhami meninggal dunia pada usia 59 tahun.
Baca Juga: Mantan Atlet Panahan Jadi Pembawa Obor Asian Games di Makassar
Kusuma menghembuskan nafas terakhir di kota kelahirannya hari ini setelah berjuang dengan penyumbatan pembuluh darah dan hipertensi sejak Agustus lalu.
“Dengan prestasi yang ditorehkan dan belum terpecahkan sepanjang 35 tahun itu, Suma–nama manisnya–bersama dua rekan lainnya, pantas menyandang gelar legenda,” tulis Persatuan Perpanahan Indonesia (Perpani) mengenang Kusuma Wardani di laman resmi mereka.
Bersama Lilies Handayani dan Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani meraih perak Olimpiade Seoul. Dalam pengakuannya, Kusuma mengaku sempat tegang pada hari pertandingan final meski tidur nyenyak di malam sebelumnya.
“Saya tegang. Saya takut banyak yang meleset. Karena dalam permainan tim, kalau satu jelek, maka semua hasilnya akan jelek,” kata Kusuma.
Baca Juga: Diananda Choirunisa Pilih Panahan Meski Kulit Jadi Item
Setelah pensiun sebagai atlet, Kusuma Wardhani mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil di Makassar. Namun begitu, ia tetap tak lepas dari panahan dengan melatih pemanah-pemanah muda di Sulawesi Selatan.
Sebelum dirawat di rumah sakit pada Agustus lalu, Kusuma sempat berada di Jakarta untuk menghadiri ulang tahun PB Perpani yang ke-70 di bulan sebelumnya. Ketika itu, ia berkumpul kembali dengan rekan setimnya, Lilies dan Nurfitriyana.
“Kami semua merasa sangat kehilangan dan tetap akan mewarisi spirit, dedikasi, dan cita-cita yang masih belum terwujud dari perjuangan sosok Kusuma Wardhani,” kata Ketua Umum PB Perpani, Arsjad Rasjid.
Trio Kusuma-Nurfitriyana-Lilies adalah peraih medali pertama dan terakhir bagi Indonesia di cabang panahan olimpiade. Kisah bersejarah itu juga telah diangkat ke layar lebar dengan judul 3 Srikandi pada 2016.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








