Pelari Maraton Pemilik Rekor Dunia Kelvin Kiptum Meninggal Dunia karena Kecelakaan

AKURAT.CO, "Mati muda" adalah kisah yang menjadi akhir perjalanan pelari maraton pemilik rekor dunia, Kelvin Kiptum. Atlet asal Kenya ini diketahui meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas di negaranya pada Minggu (11/2).
Sebagaimana dikabarkan BBC, Kelvin Kiptum, 24 tahun, tewas saat berada di dalam mobil di jalanan di sebelah barat Kenya. Kiptum meninggal dunia bersama pelatihnya yang berasal dari Rwanda, Gervais Hakizimana.
Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 23.00 waktu setempat. Polisi menyebutkan bahwa Kelvin Kiptum pada posisi mengendalikan setir dan mobil yang dikendarainya kehilangan kendali.
Baca Juga: Pecahkan Rekor Dunia Di Maraton Chicago, Kelvin Kiptum Kejar Catatan Minus Dua Jam
Penumpang ketiga di mobil tersebut diketahui seorang wanita dan mengalami cedera. Nyawanya terselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit.
“Sungguh menyakitkan!! Kenya telah kehilangan salah satu bibit spesialnya. Saya kehilangan kata-kata,” cuit Menteri Olahraga Kenya, Ababu Namwamba.
Kepergian Kiptum bukan hanya kehilangan bagi Kenya namun juga atletik dunia. Pelari ini diperkirakan akan menjadi penerus legenda maraton Kenya, Eliud Kipchoge.
Selain sama-sama berasal dari Kenya, Kiptum adalah pelari yang memecahkan rekor dunia milik Kipchoge. Ia mencetatkan waktu dua jam 35 detik di Maraton Chicago pada 8 Oktober tahun lalu.
Catatan itu lebih cepat 34 detik dari rekor sebelumnya milik Kipchoge. Juga menempatkan Kiptum sebagai pelari pertama yang bisa menempuh catatan waktu di bawah dua jam satu menit pada kompetisi resmi.
Baca Juga: Maraton London: Kelvin Kiptum dan Sifan Hassan Finish Terdepan!
“Kami terkejut dan sangat berduka mengetahui kehilangan Kelvin Kiptum dan pelatihnya, Gervais Hakizimana,” cuit Presiden World Athletic, Sebastian Coe.
“Seorang atlet luar biasa yang meninggalkan warisan luar biasa, kami akan sangat merindukannya.”
Lahir di Chepsamo, Kenya, 2 Desember 1999, Kelvin Kiptum mencuri perhatian di dunia pada tahun lalu dengan menjuarai Maraton London dan Chicago. Capaian itu juga menempatkannya di ranking teratas maraton dunia.
Hanya saja, Kiptum harus pergi sebelum sempat mencicipi pertarungan di Olimpiade Paris 2024 yang akan menjadi olimpiade pertama dalam kariernya. Olimpiade Paris sendiri bakal digelar pada Juli-Agustus mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






