AKURAT.CO, Rivalitas sengit antara Devin 'Haney (31-0, 15 KO) dan Ryan Garcia (21-1, 20 KO) sejak mereka di dunia tinju amatir akhirnya mencapai puncak.
Kedua petinju itu akan memperebutkan sabuk juara Kelas Ringan Super WBC dalam pertarungan 12 ronde di Barclays Center, Brooklyn, Amerika Serikat, Sabtu, 20 April 2024.
Haney menyebut laga kontra Ryan nanti adalah salah satu cara untuk menancapkan peninggalan sebagai salah satu juara terhebat di dunia tinju.
"Saya tidak perlu banyak bicara. Rekam jejak saya menunjukkan kemampuan saya di atas ring untuk mengatasi tantangan apa pun yang mengadang saya, dan mencapai puncak," kata Haney sebagaimana dikutip dari laman Boxingnews, Senin (26/2/2024).
"Saya berkomitmen untuk memberikan pertarungan terbaik dalam tinju. Saya telah membuktikan berkali-kali bahwa saya adalah lawan yang tangguh. Keahlian serta keyakinan saya terhadap timlah yang pada akhirnya akan membawa saya menuju kemenangan."
Bukan cuma itu, petinju berjuluk The Dreams tersebut juga mengapresiasi kubu Ryan Garcia yang mau berbagi kegembiraan dengan menghadirkan salah satu pertarungan terbesar dalam dunia tinju.
Haney adalah salah satu petinju yang tak terkalahkan sepanjang karier profesionalnya. Dia memegang rekor sempurna 31 kemenangan tanpa kekalahan.
Pukulan cepat, keterampilan tinju yang luar biasa, dan tekad yang pantang menyerah, mengantarkan Haney menjadi salah satu talenta di dunia tinju yang paling menarik dan menjanjikan saat ini.
Dalam prestasinya yang luar biasa, ia telah meraih gelar juara dunia termuda ymtak terbantahkan dan juara dunia kelas ringan pertama tak terbantahkan di era empat sabuk modern dengan menggulingkan juara saat itu, George Kambosos.
Haney terakhir bertarung pada Desember 2023 ketika dia menaklukkan Regis Prograis melalui kemenangan mutlak untuk menjadi juara kelas ringan Super WBC yang baru.
Namun, Garcia menegaskan bahwa dia akan naik ke atas ring dengan mental pejuang untuk bisa mengamankan gelar juara dunia kelas ringan super WBC dari tangan Haney.
"Saya datang seolah-olah saya adalah singa yang mengaum, kembali untuk mendapatkan darah. Saya bersemangat untuk membawa pertarungan besar lainnya ke dalam tinju, hanya itu yang ingin saya lakukan," kata Ryan Garcia.
"Saya akan menyerahkan segalanya ke tangan Tuhan. Saya berdoa agar Devin keluar dengan sehat dan selamat, dan semua orang terhibur."
Di lain sisi, Ryan Garcia, juga telah menjadi salah satu nama besar dalam dunia tinju. Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, ia telah menembus deretan petinju elit.
Garcia merupakan salah satu petinju paling dinamis dan menarik saat ini. Didukung gerak cepat, hook kiri mematikan, dan rangkaian KO panjang yang mengesankan pecinta tinju.