Hal ini dinyatakan pria yang karib disapa Okto itu sehubungan Eko Yuli Irawan menjadi atlet Indonesia kedelapan yang mampu mengamankan tiket Olimpiade Paris 2024.
Tiket tersebut didapatkan Eko Yuli Irawan saat masih merasakan sakit lantaran cedera lutut yang dideritanya belum pulih sepenuhnya.
Baca Juga: Sejarah! Eko Yuli Rebut Tiket Olimpiade Paris, Partisipasi Kelima Beruntun Okto menyebut kehadiran
recovery center diharapkan bisa memenuhi kebutuhan atlet yang rawan cedera, seperti yang dialami Eko Yuli kali ini.
"Kebutuhan terhadap pusat pemulihan atlet elite atau
elite athletes recovery center sangat mendesak mengingat banyaknya potensi cedera pada atlet unggulan kita," terang Okto, Rabu (3/4).
"
Recovery is part of training. Saya sudah minta langsung kepada Menpora dan katanya mau dibuat di Cibubur.
"Dibutuhkan peralatan dan SDM yang sangat profesional agar bisa mencegah dan mengatasi cedera atlet."
Baca Juga: Eko Yuli Irawan: Ini Last Olympic, Saya Mau Pulihkan Lutut Dulu 3 Bulan ke DepanMenurutnya,
recovery center bisa menjadi salah satu elemen penting penunjang prestasi atlet.
Karena kehadiran
recovery center dapat membantu percepatan pemulihan atlet berbasis
sport science yang lengkap dan terpadu yang sementara ini belum dimiliki Indonesia.
Terlepas dari
recovery center, ini adalah kelima kalinya Eko Yuli Irawan bersaing di ajang Olimpiade.
Sebelumnya, pria kelahiran Metro, Lampung, 24 Juli 1989, itu sudah tampil di empat Olimpiade. Yakni Beijing 2008, London 2012, Rio de Janeiro 2016, dan terakhir Tokyo 2020.
Tidak dengan tangan kosong, atlet berusia 34 tahun itu selalu berhasil membawa pulang medali dari setiap ajang Olimpiade yang diikuti.
Sejauh ini dia mampu mengumpulkan empat medali dengan rincian dua medali perak dan dua medali perunggu. Hanya medali emas yang belum dikoleksi Eko Yuli dalam lemari trofinya.
Eko sendiri lolos ke Olimpiade 2024 Paris setelah mencatatkan angkatan
snatch seberat 133 kilogram di ajang International Weightlifting Federation (IWF) World Cup 2024.
Angkatan
snatch seberat 133 kilogram didapatkan Eko Yuli pada percobaan pertama. Namun dia tidak melanjutkan pada kesempatan kedua dan ketiga.
Begitu juga ketika ia gagal melakukan angkatan seberat 166 kilogram secara sempurna pada kesempatan pertama lantaran masalah cedera lutut yang dialaminya belum pulih sepenuhnya.
Kendati demikian, Eko berada di urutan ketiga Olympic Qualification Ranking dengan total angkatan 300 kilogram.
Catatan ini diraih Eko saat tampil di Kejuaraan Dunia Angkat Besi (IWF World Weightlifting Champhionship) di Bogota, Kolombia, pada 2022.