Panitia Imbau tak Ada Unjuk Rasa di Maraton London Sehubungan Konflik Timur Tengah

AKURAT.CO, Penyelenggara Maraton London 2024 meminta para pengunjuk rasa tak menjadikan acara mereka sebagai ajang untuk melakukan protes sehubungan dengan krisis yang sedang terjadi di Timur Tengah.
Direktur Maraton London, Hugh Brasher, mengimbau pengunjuk rasa untuk tak melakukan aksinya dengan menyebut perhelatan tahun ini yang akan digelar di London, Inggris, Minggu (21/4), sebagai “kekuatan demi kebaikan”.
Hugh Brasher mengatakan bahwa Maraton London akan menjadi acara internasional untuk mengumpulkan dana bagi korban konflik baik warga Palestina dan juga Israel.
Baca Juga: Maraton London Berharap Tak Diganggu Protes Aktivis Lingkungan
“Ada orang-orang yang berlari (di Maraton London) untuk warga Palestina yang terdampak (konflik). Ada orang yang berlari untuk warga Israel yang terdampak,” kata Brasher sebagaimana dipetik dari The Guardian.
“Ada banyak orang yang berlari karena alasan berbeda. Apa yang kami selalu kami usahakan adalah membawa orang-orang bersama.”
Diperkirakan sebanyak 50 ribu peserta akan turut serta dalam Maraton London edisi ke-44 sejak kali pertama digelar pada 1981 tersebut. Maraton London juga diperkirakan akan memecahkan rekor pengumpulan dana.
Sejauh ini rekor pengumpulan dalam satu acara adalah 66,4 juta Poundsterling (atau sekitar Rp1,34 triliun) yang tercipta pada Maraton London 2019.
Baca Juga: Pelari Maraton Pemilik Rekor Dunia Kelvin Kiptum Meninggal Dunia karena Kecelakaan
“Kami selalu melakukan mitigasi dalam hal orang-orang berusaha mengganggu Maraton London,” kata Brasher.
“Tetapi kami adalah kekuatan demi kebaikan di masyarakat. Pelari pengumpulan dana akan menghasilkan lebih dari 66,4 juta Poundsterling pada hari Minggu nanti.”
Protes di Maraton London setidaknya sudah terjadi dua kali. Yakni pada 2009 yang dilakukan oleh kelompok Tamil Tigers dan Just Stop Oil pada 2022.
Hal lain yang akan menandai Maraton London tahun ini adalah tepuk tangan bersama selama 30 detik di garis start untuk mengenang juara tahun lalu, Kelvin Kiptum.
Adapun Kelvin Kiptum adalah pemilik rekor dunia yang meninggal dunia karena kecelakaan mobil di negaranya, Kenya, Februari lalu.
“Kami akan melakukan penghormatan untuk Kelvin untuk merayakan pencapaiannya dalam usia 24 tahunnya yang singkat,” kata Brasher.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







