Indonesia Hampir 20 Tahun tak Kirim Wakil ke Olimpiade, La Paene Masara: Nasib Tinju Amatir Menyedihkan!

AKURAT.CO, Mantan atlet tinju nasional, La Paene Masara, mengaku sedih dengan nasib tinju amatir Indonesia. Pasalnya, sudah hampir 20 tahun Merah Putih sudah tidak pernah mengirimkan petinjunya ke ajang Olimpiade.
"Sebagai mantan petinju saya melihat dunia tinju amatir Indonesia sangat menyedihkan," kata La Paene Masara saat ditemui Akurat.co di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (2/5).
"Bukan hanya tidak mampu meloloskan petinju ke Olimpiade selama 20 tahun, tetapi juga tidak mampu untuk mengirimkan petinju ke babak kualifikasi Olimpiade."
Baca Juga: Kematian Hero Tito Memukul Dunia Tinju Nasional
Indonesia terakhir kali mampu mengirimkan wakil di cabang olahraga tinju saat tampil di Olimpiade 2004 Athena atas nama Bonix Saweno.
Itu pun Bonix tampil dengan status wild card. Sedangkan petinju terakhir yang lolos olimpiade lewat babak kualifikasi adalah Hermensin Ballo dan La Paene Masara di Olimpiade 2000 Sydney.
"Terakhir yang lolos (kualifikasi) itu saya dan Hermensen Ballo melalui Kejuaraan Tinju King’s Cup 2000 Bangkok yang juga babak kualifikasi Olimpiade 2000 Sydney. Saya meraih medali emas kelas 48 kilogram dan Ballo meraih perunggu (the best three)," kata perempat finalis Olimpiade 1996 Atalanta itu.
Baca Juga: Legenda Tinju Nasional Albert Papilaya Berpulang
Sejatinya, cabang olahraga tinju juga termasuk salah satu cabor andalan Indonesia. Bukan cuma kerap meloloskan atlet ke Olimpiade, cabor tinju juga kerap mengukir prestasi.
Selain La Paene, beberapa petinju lain yang mampu menembus babak perempat final Olimpiade adalah Ferry Moniaga (Olimpiade 1984 Los Angeles) dan Albert Papilaya (Olimpiade 1992 Barcelona).
La Paene berharap Pengurus Besar Persatuan Tinju Indonesia (PB Pertina) di bawah kepemimpinan Komarudin Simanjuntak bisa belajar dari kesuksesan kepengurusan-kepengurusan terdahulu. Yakni dengan kerap menggelar kejuaraan tingkat nasional, ataupun aktif mengikuti event internasional.
"Bukan hanya menggelar kejuaraan nasional yang minim, tetapi mengirim petinju ke event internasional pun tidak terdengar. Tidak hanya itu, Pelatnas pun tidak digelar," kata La Paene Masara menuntaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








