Sebut Tidak Ada Dualisme dalam Federasi Tinju, KONI: Hanya Pertina yang Kami Akui
Leo Farhan | 5 September 2025, 22:45 WIB

AKURAT.CO, Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Ade Lukman, menegaskan bahwa pihaknya tidak melihat adanya dualisme kepengurusan dalam federasi tinju amatir nasional.
Menurutnya, sejak awal Pertina adalah satu-satunya federasi tinju nasional yang diakui oleh KONI sebagai induk olahraga tinju di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Ade di tengah ramainya sorotan publik terhadap polemik keberadaan Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) yang diakui oleh Komite Olimpiade Nasional (NOC) Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta federasi internasional.
"Kalau kami tidak melihat ada dualisme, karena dari awal yang diakui oleh KONI Pusat adalah Pertina," ucap Ade di Jakarta, Rabu (3/9).
Ade mengakui bahwa federasi tinju nasional yang memiliki afiliasi dengan federasi internasional adalah Perbati. Namun ia berharap Pertina juga dapat memperoleh legitimasi serupa ke depannya.
"Kami harap nanti Pertina juga menjadi federasi yang diakui oleh federasi internasional yang juga diakui IOC. Pertina ini bukan organisasi baru, pembinaannya sudah berjalan lama dan punya struktur di kabupaten, provinsi, sampai nasional," jelasnya.
Berbeda dengan PERBATI yang dinilai belum memiliki basis atlet dan pengurus di daerah, Pertina memiliki kekuatan nyata di tingkat grassroot. Karena itu, komunikasi dengan NOC Indonesia dan Kemenpora terus dibangun untuk mencari solusi terbaik.
Baca Juga: Klarifikasi Presiden Asian Boxing, Akui Perbati Pimpinan Ray Zulham Federasi Tinju Resmi Indonesia
Ade juga menyoroti situasi di level internasional yang saat ini masih terpecah karena keberadaan berbagai federasi tinju seperti IBA ataupun World Boxing. Menurutnya, kondisi ini turut memperumit dinamika tinju nasional.
"Kalau kita lihat, dualisme bahkan tigalisme federasi internasional ini otomatis tidak akan melahirkan prestasi yang kita harapkan. Karena itu komunikasi dan penyatuan langkah sangat penting," katanya.
Menurut Ade saat ini pilihan terbaiknya adalah menyatukan seluruh kekuatan tinju nasional di bawah satu wadah. Ade menegaskan bahwa kepentingan atlet dan prestasi bangsa harus ditempatkan di atas ego sektoral.
"Harusnya bisa bersatu. Tinggal upaya komunikasi yang baik. Kita bicara olahraga, kita bicara Merah Putih. Jadi harapan kami nanti Pertina juga bisa bersama-sama dengan Perbati, bagaimana nantinya ada satu federasi yang benar-benar diakui," ujarnya.
Dengan penegasan ini, arah pembinaan tinju nasional masih belum bisa terlihat lantaran adanya dua federasi tinju nasional, yaitu Pertina bentukan KONI ada juga Perbati bentukan NOC Indonesia dan Kemenpora.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








