Prancis Terbuka: Iga Swiatek Kejar Gelar Ketiga Beruntun Malam Ini, Mampukah Paolini Menundanya?

AKURAT.CO, Sukses mencapai final Prancis Terbuka 2024 membuat Iga Swiatek mulai disebut-sebut sebagai calon “queen of clay” atau “ratu lapangan tanah liat”. Betapa tidak? Swiatek berpeluang menjadi juara di Prancis Terbuka tiga tahun beruntun.
Setelah mengalahkan Coco Gauff pada semifinal, Kamis (6/6), Iga Swiatek bersiap menghadapi wakil Italia, Jasmine Paolini, di final Prancis Terbuka yang merupakan turnamen lapangan tanah liat tersebut.
Jika Iga Swiatek bisa mengalahkan Jasmine Paolini di Lapangan Philippe-Chatrier, Stadion Roland Garros, Paris, Prancis, Sabtu (8/6) malam ini, maka petenis asal Polandia itu akan menyamai catatan “the king of clay” Rafael Nadal.
Baca Juga: Prancis Terbuka: Kembali Kalahkan Coco Gauff, Iga Swiatek Rebut Final Keempat Roland Garros
Saat ini petenis ranking satu dunia tersebut sudah mengoleksi tiga gelar Roland Garros diawali pada 2020 ketika Swiatek masih berusia 19 tahun. Dengan gelar keempat maka ia sudah menyamai jumlah gelar yang diraih Nadal di usia yang sama.
Adapun Nadal adalah penguasa Roland Garros dengan 14 gelar di turnamen tersebut yang merupakan rekor sepajang masa sejauh ini. Sayang, Nadal tersingkir di putaran pertama Prancis Terbuka tahun ini setelah dikalahkan Alexander Zverev.
“Saya kira terlalu dini,” kata Swiatek ketika ditanya apakah ia sudah pantas disebut sebagai ratu lapangan tanah liat. “Kita akan lihat dalam 14 tahun (ke depan) apakah petualangan (saya) mirip (dengan Nadal).”
Adapun Jasmine Paolini adalah petenis asal Italia berusia 28 tahun yang mendapatkan final grand slam pertamanya di Roland Garros tahun ini. Sekaligus peluangnya untuk meraih gelar grand slam perdana dalam kariernya.
Baca Juga: Prancis Terbuka: Sama-sama Menang, Iga Swiatek dan Coco Gauff akan Bentrok di Semifinal
Sejauh ini, rekor pertemuan Paolini dan Swiatek adalah 2-0 untuk keunggulan wakil Polandia. Paolini juga menyadari bahwa pertarungan melawan Swiatek adalah tantangan besar mengingat lawan sudah meraih kesuksesan di usia yang sangat belia.
“Iga adalah seorang pemain yang luar biasa. Muda, tetapi banyak pencapaian dan grand slam,” ucap Paolini.
“Dia tampil baik dari pekan ke pekan dan itu tidak mudah. Jadi saya punya respek besar terhadapnya tetapi target saya adalah melangkah ke lapangan di hari Sabtu dan berusaha menikmati pertandingan, menikmati momennya dan berusaha menampilkan pertandingan yang bagus.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








