Setelah Tokyo, Boy Pohan Kembali Ditunjuk sebagai Wasit Tinju untuk Olimpiade Paris 2024

AKURAT.CO Muhammad Arisa Putra Pohan ditunjuk menjadi wasit/juri cabang olahraga tinju di Olimpiade Paris 2024.
Sebelumnya, pria yang karib disapa Boy Pohan itu juga pernah bertugas di Olimpiade Tokyo 2020.
"Tidak gampang menjadi ITO karena harus melalui kualifikasi juga," kata pria yang mengantongi predikat wasit bintang tiga itu saat dihubungi, Minggu (16/6/2024).
"Makanya, saya senang bisa kembali bertugas untuk menjalankan misi Paris Boxing Unit yang ingin penilaian tinju dilakukan secara fair sesuai misi IOC," jelas Boy Pohan.
Baca Juga: Senang Barongsai Lestari, Zita Anjani: Jakarta Kota untuk Semua
Kepastian Boy Pohan memimpin laga tinju di Olimpiade Paris 2024 diketahui lewat surat yang ditandatangani Alex McLin dari Paris Boxing Unit (PBU).
Surat tertanggal 13 Juni 2024 itu menyebutkan keahlian dan profesionalisme Boy Pohan yang sangat berharga untuk kesuksesan pesta olahraga multievent empat tahunan terbesar di dunia itu.
Dalam surat tersebut, Boy Pohan diminta untuk sudah tiba di Paris pada 24 Juli 2024, di mana kemudian ia harus menjalani International Technical Officials (ITO) pada 25 Juli 2024.
Pertandingan cabang olahraga tinju sendiri akan di mulai pada 27 Juli sampai 10 Agustus 2024.
Baca Juga: Kondisi Palestina Kian Memprihatinkan, YKMI Kampanyekan Gerakan Idul Adha Tanpa Produk Genosida
"Saya akan berusaha menjalankan tugas sebaik mungkin dalam rangka menjaga nama baik bangsa dan negara, seperti saat memimpin di Olimpiade Tokyo 2020," kata Boy Pohan.
Sebelum terpilih menjadi wasit di Olimpiade Paris 2024, Boy Pohan bertugas pada The ASBC Asian U22 and Youth Boxing Championship 2024 Astana dan World Qualification Tournament 2024 Bangkok.
"Saya memimpin masing-masing tiga partai final di dua turnamen yang menjadi seleksi untuk wasit/juri yang bertugas di Olimpiade Paris 2024," jelasnya.
Di Olimpiade Tokyo 2020, Boy Pohan mendapat tugas pada 40 pertandingan sebagai juri dan tujuh pertandingan sebagai wasit dari 276 partai yang di pertandingan dalam 13 kelas.
Dari tujuh pertandingan itu, satu di antaranya sebagai wasit pada partai final kelas menengah (69-75 kilogram), di mana petinju Brasil, Sousa Herbert, meraih kemenangan KO atas petinju Ukraina, Khyzhnik Oleksandre.
"Setiap wasit yang bertugas di Olimpiade pasti ingin memimpin pertandingan final," kata Boy Pohan menjelaskan pencapaiannya di Olimpiade sebelumnya.
"Dan, itu semua saya sudah dapatkan di Olimpiade 2020 Tokyo. Di Paris nanti, saya ingin mengulanginya karena itu sebuah prestis," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








