Reidel Toiran Sebut Lebih Sulit Menangkan Gelar Juara Sebagai Pelatih Ketimbang Jadi Pemain
Leo Farhan | 22 Juli 2024, 15:07 WIB

AKURAT.CO Kemenangan Jakarta Bhayangkara Presisi atas Jakarta LavAni Allo Bank pada final Proliga 2024 sektor putra meninggalkan kesan spesial bagi Riedel Alfonso Gonzeles Toiran.
Bagaimana tidak, pria yang akrab dikenal dengan nama Riedel Toiran itu mampu mencatatkan sejarah sebagai pemain dan pelatih yang pernah menjuarai liga bola voli kasta tertinggi di Indonesia itu.
Ini adalah musim kedua Riedel Toiran menjabat sebagai pelatih kepala Bhayangkara setelah di musim sebelumnya mengantarkan mereka finis di posisi runner-up.
Pria asal Kuba itu menyebut bahwa menjuarai kompetisi sebagai pelatih ternyata lebih sulit ketimbang saat menjadi pemain. Apalagi peran di pinggir lapangan merupakan peran baru baginya.
"Kalau (jadi) pelatih lebih pusing. Kalau pemain tinggal main maksimal, cuma kalau pelatih agak bingung (menyiapkan strategi)," kata Riedel Toiren selepas laga final Proliga di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (21/7/2024) malam WIB.
"Ini (menjadi pelatih) pengalaman baru, dua tahun banyak belajar. Pada tahun kemarin dan tahun ini, terima kasih sudah kembali dikasih kesempatan dan saya bisa bayar dengan maksimalkan lewat performance kita."
Bhayangkara menundukkan LavAni dengan skor 3-1 (28-30, 25-22, 25-22, 25-23). Ini merupakan final ketiga beruntun bagi kedua tim di mana pada dua laga final sebelumnya, Bhayangkara selalu keluar sebagai runner-up.
Kemenangan ini juga memupuskan harapan LavAni untuk mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang mampu meraih tiga gelar juara beruntun di ajang Proliga.
Berhasil memutus tren negatif Bhayangkara di partai final, Toiran menyebut kemenangan yang mereka dapatkan ini tidak lepas dari kerja keras pasukannya yang mau menerima masukan dan evaluasi sejak awal babak reguler.
"Dari awal kami mulai kompetisi tidak maksimal, sampai sekarang bisa diperbaiki. Setiap minggu kami evaluasi, ada salah pasti ada, tetapi anak-anak sampai final ini masih terima semua masukan, masih maksimalkan target kami (meraih gelar juara)," Toiran menambahkan.
"Karena itu saya berterima kasih sekali kepada para pemain, karena hasil ini merupakan perjuangan mereka. Kami dari pelatih hanya bisa mengarahkan situasi atau tactical game, dan pemain yang menerapkannya di lapangan."
Baca Juga: Proliga: Jakarta Bhayangkara Presisi Masih Berusaha Amankan Tiket Final Four di Pontianak
Gelar juara Proliga 2024 menambah koleksi trofi bayangkara menjadi tiga gelar, di mana satu gelar sebelumnya didapatkan saat masih bernama Surabaya Bhayangkara Samator.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








