Akurat
Pemprov Sumsel

Sabet Dua Penghargaan Individu Sekaligus di Proliga, Noumory Keita: Itu tidak Penting

Leo Farhan | 22 Juli 2024, 18:18 WIB
Sabet Dua Penghargaan Individu Sekaligus di Proliga, Noumory Keita: Itu tidak Penting

AKURAT.CO, Gelar juara Proliga 2024 yang diraih Jakarta Bhayangkara Presisi setelah menundukkan Jakarta Lavani Allo Bank Electric semakin lengkap dengan enam gelar individu yang disabet oleh pelatih dan para pemainnya.

Tidak tanggung-tanggung, enam gelar individu berhasil diraih Bhayangkara Presisi lewat Reidel Toiran (pelatih terbaik), Rendy Tamamilang (MVP), Ahmad Gumilar (blocker terbaik), dan Fahreza Rakha (libero terbaik).

Noumory Keita bahkan mampu menyabet dua penghargaan sekaligus sebagai top scorer dan spiker terbaik untuk mengantarkan Bhayangkara meraih kemenangan 3-1 atas Lavani di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (21/7) kemarin.

Baca Juga: Patahkan Ambisi Hattrick Lavani, Bhayangkara Presisi Juara Proliga 2024!

Walau mendapat dua penghargaan sekaligus, pevoli asal Mali itu merasa dua gelar individu tersebut tidak terlalu berpengaruh baginya. Gelar juara yang diraih Bhayangkaralah yang paling berarti dan berkesan baginya.

Bukan tanpa alasan, Keita yang sudah malang melintang di liga voli internasional seperti liga voli Serbia atau liga voli Italia juga kerap mendapatkan penghargaan individu.

"Maksud saya seperti, saya selalu mendapatkan penghargaan individu, tidak hanya di sini. Bagi saya, gelar individu tidak penting," kata Noumory Keita usai mengantarkan Bhayangkara merengkuh gelar juara dengan sumbangan setidaknya 30 poin.

"Kemenangan tim yang penting bagi saya, karena kami berhasil meraih peringkat pertama. Jika kami kalah, saya (akan) tetap punya gelar individu. Tetapi saya sangat senang karena untuk pertama kalinya mereka (Bhayangkara) menjadi juara."

Disinggung mengenai kunci kemenangan pada laga final kali ini, pevoli berusia 23 tahun itu menyebut bahwa ini adalah berkat kerjasama tim dan terus berjuang hingga poin terakhir.

Baca Juga: Proliga: Sabet Gelar MVP untuk Ketiga Kalinya, Rendy Tamamilang Akui 'Kurang Pantas'

"Kami berjuang bersama dan akan berusaha sampai akhir. Kami saling membantu satu sama lain, dan itulah kunci kemenangan kami hari ini," jelas Keita.

Kemenangan ini sekaligus memutus tren negatif Bhayangkara yang selalu menelan kekalahan atas Lavani di dua partai final sebelumnya.

Bukan cuma itu, Bhayangkara juga belum pernah sekalipun menang atas Lavani di sepanjang pertemuan mereka di ajang Proliga musim ini.

Namun, Keita coba membawa rekan-rekannya untuk melupakan hasil minor tersebut dan fokus pada laga final. Karena Keita yakin bahwa kualitas timnya tidak kalah dari yang dimiliki Lavani.

"Kami pernah kalah sebelumnya, tetapi itu tidak masalah, hanya hari ini (final) yang penting. Dan akhirnya hari ini kami melakukannya," jelas pemain berusia 23 tahun asal Mali tersebut.

"Itu tidak seperti mereka lebih kuat dari kami, tidak. Kami hanya kadang-kadang membuat kesalahan. Tetapi hari ini kami fokus pada itu, kami belajar dari empat pertandingan terakhir saat kami kalah melawan mereka. Kami hanya memperbaiki itu."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H