Olimpiade Paris: Digelar di 'Kota Cinta', Penyelenggara Sediakan 300 Ribu Kondom di Kampung Atlet

AKURAT.CO, Bukan cuma karena keindahannya, Paris juga dikenal sebagai kota romantis. Itu sebabnya banyak yang menjuluki ibu kota Prancis ini sebagai 'Kota Cinta'.
Pada tahun ini, olimpiade kembali tiba di Kota Cinta setelah terakhir kali berlangsung pada 1924. Gelaran pesta olahraga terakbar di dunia ini akan berlangsung pada 26 Juli-11 Agustus 2024 mendatang.
Akan ada hampir 15.000 orang di mana 10.500 di antaranya adalah atlet yang akan memadati kampung atlet (athlete village) Olimpiade Paris selama kurang lebih dua minggu.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Setelah 100 Tahun, Kampung Atlet Kembali ke Tempat Asalnya
Untuk memastikan para atlet dari seluruh penjuru dunia merasa seperti di rumah sendiri, sejumlah ketentuan bahkan telah dibuat oleh pihak penyelenggara Olimpiade Paris.
Di mana salah satunya adalah dengan menyediakan sekitar 300.000 kondom. Jumlah itu secara teori dianggap cukup dengan sekitar dua kondom per hari bagi setiap orang selama berlangsungnya Olimpiade Paris 2024.
Menilik edisi-edisi Olimpiade sebelumnya, seperti dikutip laman The Sun, Olimpiade London 2012 sempat menyandang predikat "olimpiade Tercabul" yang pernah ada.
Namun, 150.000 kondom yang tersedia di London masih kalah jauh dibandingkan dengan 450.000 kondom yang dipesan untuk Olimpiade Rio de Janeiro empat tahun kemudian.
Kondom sendiri nyatanya memang disediakan oleh pihak penyelenggara di setiap olimpiade sejak Seoul 1988. Ketika pencegahan itu diharapkan bisa meningkatkan kesadaran atlet terhadap HIV dan AIDS.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Jelang Masuk Kampung Atlet, Lalu Zohri dalam Tahap Pemulihan Tubuh
Bahkan dengan pembatasan jarak yang terjadi akibat COVID-19 pada Tokyo 2020, sekitar 150.000 kondom tetap disediakan di kampung atlet sebagai langkah pencegahan.
Direktur Kampung Atlet Olimpiade Paris, Laurenrt Michaud, bahkan menyebut bahwa keakraban antara atlet dari negara-negara lain di kampung atlet menjadi salah satu tujuan mereka.
"Bekerja sama dengan komisi atlet, kami ingin menciptakan beberapa tempat di mana para atlet akan merasa sangat antusias dan nyaman," jelas Michaud sebagaimana dikutip The Sun.
"Tentu saja tidak ada sampanye di kampung atlet. Tetapi, mereka bisa mendapatkannya sebanyak yang mereka inginkan di Paris."
Namun, apakah para atlet berminat untuk menggunakan kondom adalah pertanyaan lain setelah kamar-kamar di kampung atlet menggunakan tempat tidur yang disebut "anti-seks".
Pasalnya, tempat tidur itu terbuat dari kertas kardus. Idenya supaya para atlet tidak kepanasan dan terganggu di malam hari sekaligus ramah lingkungan lantaran tempat tidur tersebut bisa didaur ulang.
Kampung atlet Olimpiade Paris 2023 merupakan proyek termahal dengan menghabiskan dana sekitar Rp1,7 miliar Poundsterling atau sekitar Rp35,646 triliun.
Terletak sekitar empat mil di utara pusat kota dan berukuran seluas 70 lapangan sepakbola, kampung atlet ini juga telah diperjuangkan sebagai proyek pembangunan besar bagi warga sekitar setelah Olimpiade Paris rampung.
Rencananya, lokasi bekas kampung atlet itu akan diubah menjadi area dengan 2.500 rumah ramah lingkungan baru, ruang kantor untuk 6.000 pekerja, dua sekolah, satu hotel, ruang hijau, dan ruang ritel lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









