AKURAT.CO, Tim para renang Indonesia berhasil meloloskan tiga atlet untuk berkompetisi di Paralimpiade Paris 2024 yang berlangsung pada 28 Agustus-8 September 2024.
Maulana Rifky Yavianda menjadi atlet para renang debutan di Paralimpiade Paris. Sementara dua lainnya, Jendi Pangabean dan Syuci Indriani, konsisten masuk dalam daftar sejak Paralimpiade 2016 dan 2020.
Mereka sudah tiba di Paris, Prancis, bersama rombongan besar kontingen para Indonesia pada Rabu (21/8) lalu. Jendi, Syuji, dan Rifky, menjaga kondisi dengan berlatih di Aquatics Centre, Saint-Denis.
Sejauh ini adaptasi yang dijalani atlet para renang Indonesia berjalan bagus. Jendi Pangabean menyebut perubahan cuaca yang ada di Paris menjadi tantangan tersendiri bagi setiap atlet.
"Ini Paralimpiade ketiga buat saya, targetnya bisa memberikan yang terbaik. Kita akan maksimal saat pertandingan nanti," kata Jendi Pangabean di Paris, Senin (26/8), sebagaimana dipetik dari rilis resmi NPC Indonesia.
Perubahan cuaca di Paris memang menghadirkan tantangan bagi tim para renang Indonesia. Begitu pula dengan makanan.
Pun begitu, Syuci Indriani tak ingin faktor tersebut menjadi penghambat untuk mempersembahkan prestasi.
"Soal makanan ini bagi saya cukup sulit, tetapi ya harus makan untuk tenaga agar badan bisa fit. Harus banyak minum, makan nutrisi dan vitamin," jelas Syuci.
Tiket final menjadi target realistis Syuci di tengah ketatnya persaingan pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu klasifikasi S14 Paralimpiade Paris yang diikutinya. Syuci sendiri punya catatan waktu terbaik satu menit 09,66 detik.
"Target pribadi bisa masuk final, itu sudah bersyukur banget. Setidaknya bisa lebih baik dari catatan personal best time di (Asian Para Games 2023) Hangzhou lalu," jelasnya.
Sementara itu, Maulana Rifky Yavianda tidak merasa gugup meski berstatus sebagai debutan. Pemilik dua emas dan satu perak Asian Para Games 2022 ini ditarget untuk bisa memecahkan catatan waktu terbaiknya.
Maulana Rifky punya catatan waktu terbaik satu menit 03,55 detik pada nomor 100 meter gaya punggung klasifikasi 12 dan 55,53 detik untuk nomor 100 meter gaya bebas klasifikasi S12.
"Saya diberi target pada Paralimpiade ini untuk bisa pecah personal best time dan masuk final. Di sini musuh-musuhnya, acuan waktunya memang tajam-tajam," kata Rifky.
Sedangkan Jendi akan turun pada nomor 100 meter gaya punggung klasifikasi S9. Adapun Syuci akan turun pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu klasifikasi S14.
Sementara Rifky akan turun pada nomor 100 meter gaya punggung klasifikasi S12 dan 100 meter gaya bebas klasifikasi S12.