PON Aceh-Sumut: Dahulukan Kakak Ipar, Rizki Juniansyah Pilih Turun di Kelas 89 Kilogram

AKURAT.CO, Rizki Juniansyah memastikan bahwa ia bakal turun di kelas 89 kilogram saat tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 yang berlangsung pada 8-20 September 2024.
"Saya turun di kelas 89 kilogram karena saya tukar kelas sama kakak ipar saya, Mas Triyatno," kata Rizki dalam acara Meet and Greet Team Visa Athlete, di Jakarta, Rabu (28/8) siang WIB.
"Karena mencari peluang lebih besar. Kaka ipar saya berpeluang mendapat medali emas di kelas 81 kilogram. Sedangkan saya bebas mau di kelas mana pun."
Baca Juga: Bakal Tampil Wakili Banten di PON Aceh-Sumut, Rizki Juniansyah Bantah 'Turun Kelas'
Sebelumnya, Rizki menyebut bakal turun di kelas 81 kilogram. Namun, hal itu berubah untuk bertukar kelas dengan Triyatno.
Adapun Banten sebagai provinsi yang di perkuat Rizki dan Triyatno sama-sama mengincar emas di kelas 81 kilogram dan 89 kilogram.
Rizki sebenarnya adalah spesialis di kelas 73 kilogram. Hal itu dibuktikan lewat medali emas Olimpiade Paris 2024 yang berhasil dia dapatkan.
Baca Juga: Veddriq Leonardo Bakal Diarak di Pontianak, Rizki Juniansyah Dapat Bonus dari Pemkot Serang
Walau harus bersaing di pentas nasional, Rizki menegaakan bahwa dirinya akan tetap tampil maksimal untuk memberikan yang terbaik pada pesta olahraga terbesar di Indonesia ini.
"PON juga perlu kita hargai, karena ini adalah kejuaraan olahraga nomor satu nasional. Kami membawa nama Banten dan itu kami hargai, kami harus tampil maksimal di sana," ujarnya.
"Motivasi tetap besar karena untuk PON ini, kami atlet dibutuhkan semua daerah, apalagi Banten. Menurut saya PON dan Olimpiade sama. Olimpiade itu memang buat di dunia, tetapi kalau PON nomor satunya di Indonesia."
Rencananya Rizki sudah akan bertolak ke Aceh, pada Kamis (29/8) besok, dengan menaiki penerbangan pukul 11.00 WIB.
Edisi tahun ini menandai pertama kalinya PON diselenggarakan di dua provinsi sekaligus. Selain itu, ini pertama kalinya PON diadakan di Aceh dan kedua kalinya diadakan di Sumatera Utara setelah tahun 1953.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







