AKURAT.CO, Pesta olahraga multievent atlet difabel terbesar di dunia, Paralimpiade Paris 2024, telah usai.
Paralimpiade Paris 2024 sudah bergulir selama 12 hari sejak Rabu (28/8) sampai ditutup pada Minggu (8/9) atau Senin (9/9) dini hari WIB di Stade De France, Paris.
Para atlet Paralimpiade Paris berkumpul di Stade De France untuk disambut sorak sorai penonton untuk terakhir kalinya.
Ditandai dengan serah terima penyelenggaraan ke Los Angeles 2028 sebelum api kalderon padam yang menandai berakhirnya acara.
Selama sebelas hari kompetisi, para penonton dari seluruh dunia disuguhkan beberapa prestasi olahraga yang luar biasa selama penyelenggaraan.
Kalderon dinyalakan untuk terakhir kalinya dengan diiringi alunan lagu Vivre Pour Le mlMeilleur (Hidup untuk yang Terbaik) yang dibawakan oleh penyanyi tuan rumah, Santa, untuk mengawali upacara penutupan Paralimpiade Paris 2024.
Setelah itu, penonton memberikan tepuk tangan terakhir kepada para pembawa bendera dari 169 delegasi Paralimpiade yang hadir di Paris. Ini merupakan sebuah rekor dalam sejarah paralimpiade.
China berhasil keluar sebagai juara umum dengan koleksi total 220 medali lewat rincian 94 emas, 76 perak, dan 50 perunggu.
Dibayangi oleh Inggris Raya di tempat kedua dengan 49 emas, 44 perak, dan 31 perunggu (124 medali).
Amerika Serikat melengkapi posisi tiga besar dengan meraih total 105 medali lewat rincian 36 emas, 42 perak, dan 27 perunggu.
Sementara tuan rumah harus puas berada di peringkat delapan klasemen dengan koleksi 19 emas, 28 perak, dan 28 perunggu (75 medali).
Sedangkan untuk Indonesia, walau mampu meraih total 14 medali, namun tim para Merah Putih harus tercecer ke posisi 50 di daftar klasemen perolehan medali. Indonesia mendapatkan satu emas, delapan perak, dan lima perunggu.
Satu-satunya medali emas yang didapatkan Indonesia hadir dari cabor para bulutangkis lewat pasangan Leani Ratri Oktila/Hikmat Ramdani yang mengalahkan kompatriotnya, Khalimatus Sadiyah/Fredy Setiawan.
Posisi Indonesia kalah dari tiga negara Asia Tenggara lainnya seperti, Thailand (peringkat 21) dengan enam emas, sebelas perak, dan 13 perunggu, Malaysia (peringkat 42) dengan dua emas, dua perak, dan satu perunggu, juga Singapura (peringkat 44) dengan dua emas, dan satu perak.