Menpora Beri Nilai 8,5 untuk PON Aceh-Sumut di Tengah Isu Korupsi dan Masalah Venue

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, tampaknya tak terlalu mempertimbangkan sejumlah kekisruhan ketika memberikan penilaian atas penyelenggaran PON Aceh-Sumut 2024.
Dalam konferensi pers menjelang penutupan PON Aceh-Sumut di Medan, Sumatera Utara, Jumat (20/9), Menpora bahkan memberikan nilai 8,5. Dito bahkan membuka kemungkinan untuk memberi nilai sepuluh.
“Jadi saya memberi nilai untuk PON kali ini adalah 8,5,” kata Menpora sebagaimana dipetik dari Antara. “Satu setengahnya kita nilai closing ceremony. Kalau sempurna, ya jadi sepuluh.”
Baca Juga: PON Aceh-Sumut: Konsumsi Atlet Terlambat, Ayah Rizki Juniansyah Minta 'Uang Mentahnya'
Beberapa hal positif yang dicatat Dito adalah banyaknya rekor nasional yang dipecahkan atlet di PON Aceh-Sumut. Menurutnya hal itu menunjukkan tingkat kompetisi yang semakin tinggi.
“Terkait dengan prestasi, banyak rekornas yang dipecahkan di seluruh cabang olahraga,” kata Menpora.
“Ini menunjukkan geliat pembinaan olahraga di seluruh daerah bersaing dan kompetitifnya sangat tinggi.”
Dibuka pada 9 September silam di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, PON Aceh-Sumut diikuti oleh sekitar 12.919 atlet yang bertanding di 46 cabang olahraga. PON ke-21 ini juga merupakan yang pertama digelar di dua provinsi sekaligus.
Baca Juga: PON Aceh-Sumut: Atap Venue Bocor, 19 Nomor Pertandingan Menembak Tertunda
Dalam perjalanannya, sejumlah masalah muncul. Diawali dengan venue yang belum bisa digunakan sesuai jadwal sampai makanan untuk atlet yang dianggap tak sesuai dengan anggaran yang disediakan.
Untuk urusan venue, beberapa yang bermasalah di antaranya adalah cabang bola voli, tribun pacuan kuda, serta lapangan menembak yang kebanjiran.
“Memang catatan banyak yang harus kita benahi dan saya yakin ini untuk Sumatera Utara, khususnya memang viral ada venue voli di sport complex dan pembangunan jalan pendukung di luar Stadion Utama Sport Center Sumut juga belum selesai,” kata Dito.
“Tapi ini adalah legasi yang sangat baik untuk Sumatera Utara ke depannya.”
Beberapa waktu sebelumnya Dito dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo sudah menegaskan akan mengusut dugaan korupsi dalam penyelenggaran PON Aceh-Sumut.
PON Aceh-Sumut dijadwalkan akan ditutup di Stadion Utama Sumut, Deli Serdang, Jumat (20/9). Helat empat tahunan ini akan ditutup oleh Menteri PMK, Muhadjir Effendi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









