AKURAT.CO, Dewan Perwakilan Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) mengambil tindakan tegas terhadap Andy Tarian alias Atar yang mengaku dari Perbasi dan mengancam Siswa SMPN 1 Kota Bogor.
Setelah menghukum pelaku pemukulan dengan sanksi larangan berkompetisi selama dua tahun, DPP Perbasi juga memberikan hukuman kepada Atar lantaran meminta menurunkan video viral tersebut dengan nada ancaman.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP Perbasi, Budisatrio Djiwandono, mengatakan bahwa yang bersangkutan bukan merupakan perwakilan Perbasi. Dia hanya memiliki lisensi kepelatihan di bawah Perbasi selaku induk olahraga bola basket di Tanah Air.
Baca Juga: Perbasi Tindak Pelaku Bullying di Turnamen Basket Pelajar di Bogor dengan Hukuman Skorsing 2 Tahun"Saudara Atar ini kami nilai melakukan pelanggaran yang sangat berat. Pertama mengatasnamakan Perbasi, padahal bukan. Kedua, mencoba untuk menutup-nutupi kejadian kekerasan yang terjadi dengan mengancam anak-anak untuk men
-takedown konten," kata Budisatrio di Jakarta, Minggu (23/2)
"Untuk itu, karena saudara Atar (Andi Tarian) ini merupakan pelatih berlisensi, kami DPP Perbasi memutuskan untuk membekukan lisensi kepelatihan yang dimiliki oleh Atar atau Andi Tarian itu selama tiga tahun di seluruh kompetisi di Indonesia."
Diketahui Atar sendiri ternyata merupakan seorang Asisten Pelatih dari SMP Mardi Waluyo Cibinong. Atar terbukti melakukan pelanggatan serius usai mengatasnamakan dirinya sebagai perwakilan Perbasi dan berusaha menutupi kejadian dengan meminta video pertandingan SMPN 1 Kota Bogor melawan SMP Mardi Waluyo Cibinong diturunkan disertai nada ancaman.
Baca Juga: Perbasi Tindak Tegas Insiden Bullying Pelajar Antara SMP 1 Kota Bogor vs SMP Mardi Waluya Cibinong"Halo, saya dari pihak Perbasi mau meminta tolong untuk di-
takedown snapgram adenya ya. Atau kita tindak lebih lanjut mengenai pencemaran nama baik. Karena kasus tersebut telah tuntas dan resmi sudah selesai dari pihak SMP 1 dan Mardi Waluya. Ditunggu segera malam ini
ya dek," bunyi pesan yang diberikan Atar dalam direct message kepada salah seorang siswa SMPN 1 Kota Bogor.
DPP Perbasi sendiri mengutuk keras tindak kekerasan di dalam lapangan bola basket, dan menegaskan tidak bakal memberi ruang bagi pelaku kekerasan,
bullying, ataupun pelecehan di dunia basket tanah air.