Prancis Terbuka Berikan Penghormatan Terakhir untuk 'Raja Tanah Liat' Rafael Nadal
Leo Farhan | 26 Mei 2025, 19:39 WIB

AKURAT.CO, Rafael Nadal mendapat sambutan meriah saat melangkah di lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros, Paris, di Prancis Terbuka 2025 untuk terakhir kalinya pada Minggu (25/5) setempat dalam upacara penghormatan kariernya.
Pemilik rekor 14 gelar Prancis Terbuka ini resmi pensiun dari dunia tenis pada November tahun lalu. Kali ini Rafael Nadal kembali ke lapangan bukan sebagai pesaing, namun sebagai legenda "Raja Tanah Liat" Roland Garros.
Disambut oleh ribuan penggemar yang mengenakan kaus oranye bertuliskan "Merci Rafa", Rafael Nadal menerima tepuk tangan meriah saat ia melangkah ke lapangan tanah liat untuk terakhir kalinya di Philippe Chatrier.
Pemilik rekor 14 gelar Prancis Terbuka ini resmi pensiun dari dunia tenis pada November tahun lalu. Kali ini Rafael Nadal kembali ke lapangan bukan sebagai pesaing, namun sebagai legenda "Raja Tanah Liat" Roland Garros.
Disambut oleh ribuan penggemar yang mengenakan kaus oranye bertuliskan "Merci Rafa", Rafael Nadal menerima tepuk tangan meriah saat ia melangkah ke lapangan tanah liat untuk terakhir kalinya di Philippe Chatrier.
Baca Juga: Setelah Pensiun sebagai Legenda, Ini Gelar yang Disesali Rafael Nadal karena Belum Memenanginya
"Saya tidak tahu apapun tentang upacara ini. Satu-satunya hal yang saya tahu sebelum pergi ke sana adalah akan ada video saya tampil, pidato, dan beberapa kejutan," kata Nadal sebagaimana dikutip dari laman The Japan Times.
Tiga rival Nadal di Big Four, Novak Djokovic, Roger Federer, dan Andy Murray turut bergabung dengannya di lapangan utama. Mereka keluar setelah pidato Nadal untuk menyapa mantan petenis peringkat satu dunia itu di tengah riuh penonton.
"Berada di lapangan bersama tiga rival terbesar saya sungguh berarti. Pada saat yang sama, ini merupakan pesan yang hebat bagi dunia," kata Nadal.
"Saya tidak tahu apapun tentang upacara ini. Satu-satunya hal yang saya tahu sebelum pergi ke sana adalah akan ada video saya tampil, pidato, dan beberapa kejutan," kata Nadal sebagaimana dikutip dari laman The Japan Times.
Tiga rival Nadal di Big Four, Novak Djokovic, Roger Federer, dan Andy Murray turut bergabung dengannya di lapangan utama. Mereka keluar setelah pidato Nadal untuk menyapa mantan petenis peringkat satu dunia itu di tengah riuh penonton.
"Berada di lapangan bersama tiga rival terbesar saya sungguh berarti. Pada saat yang sama, ini merupakan pesan yang hebat bagi dunia," kata Nadal.
Baca Juga: Rafael Nadal Akhiri Karier dengan Tersingkirnya Spanyol di Piala Davis, Gracias Rafa!
"Saya rasa bahwa rival terbaik, rival terberat, mungkin dalam sejarah tenis mampu menjadi rekan kerja yang baik untuk saling menghormati. Anda tidak perlu membenci lawan untuk mencoba mengalahkannya dengan sekuat tenaga.
"Itulah pesan yang menurut saya telah kami tunjukkan kepada orang lain, kami tunjukkan kepada generasi baru dan dalam beberapa hal itulah warisan kami."
Nadal pensiun setelah Final Piala Davis 2024 di Malaga, Spanyol. Dia mencatatkan rekor 112-4 di Prancis Terbuka dan rekor sempurna 14-0 di partai final.
Upacara penghormatan itu berpuncak pada dua simbol abadi warisan Nadal. Dengan sebuah trofi peringatan dan plakat yang baru dipasang di lapangan tengah Philippe-Chatrier, diukir dengan 14 gelarnya dan jejak sepatunya.
"Saya rasa bahwa rival terbaik, rival terberat, mungkin dalam sejarah tenis mampu menjadi rekan kerja yang baik untuk saling menghormati. Anda tidak perlu membenci lawan untuk mencoba mengalahkannya dengan sekuat tenaga.
"Itulah pesan yang menurut saya telah kami tunjukkan kepada orang lain, kami tunjukkan kepada generasi baru dan dalam beberapa hal itulah warisan kami."
Nadal pensiun setelah Final Piala Davis 2024 di Malaga, Spanyol. Dia mencatatkan rekor 112-4 di Prancis Terbuka dan rekor sempurna 14-0 di partai final.
Upacara penghormatan itu berpuncak pada dua simbol abadi warisan Nadal. Dengan sebuah trofi peringatan dan plakat yang baru dipasang di lapangan tengah Philippe-Chatrier, diukir dengan 14 gelarnya dan jejak sepatunya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







