Akurat
Pemprov Sumsel

IOC akan Bicara dengan Pemerintah Indonesia Soal Penolakan Atlet Israel di Kejuaraan Dunia

Badri | 18 Oktober 2025, 14:57 WIB
IOC akan Bicara dengan Pemerintah Indonesia Soal Penolakan Atlet Israel di Kejuaraan Dunia

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Internasional (IOC) akhirnya bereaksi dengan penolakan Indonesia memberikan visa kepada atlet Israel yang akan bertanding di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025.

Dalam keterangan resminya yang dirilis pada Sabtu (18/10), IOC mengaku khawatir ketika mengetahui bahwa Pemerintah Indonesia menolak atlet beserta delegasi Israel yang akan berpartisipasi di kejuaraan yang bakal digelar di Jakarta itu.

IOC menekankan bahwa tuan rumah mesti mematuhi prinsip memberikan kesempatan kepada seluruh atlet yang layak turun di kompetisi.

Baca Juga: Federasi Senam Internasional Tegaskan Tak Punya Kuasa Atas Penolakan Visa Atlet Israel oleh Indonesia

Namun, IOC menyadari bahwa sikap Indonesia didasari atas genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza.

“IOC menyadari bahwa pembatasan akses oleh negara tuan rumah kepada para atlet, dan pemboikotan dan pembatalan kompetisi karena ketegangan politik,” tulis IOC di laman resmi mereka.

“Tindakan-tindakan ini mencabut hak atlet untuk berkompetisi secara damai dan menghalangi Gerakan Olimpiade untuk menunjukkan kekuatan olahraga.”

Secara khusus IOC juga menyoroti perjanjian damai untuk Gaza yang ditandatangani sejumlah pemimpin dunia di Mesir pada 13 Oktober lalu. Perjanjian, kata IOC, yang bahkan disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“IOC menyesalkan situasi ini, terutama setelah langkah maju luar biasa kesepakatan damai di Pertemuan Damai di Mesir, yang disaksikan oleh Presiden Indonesia,” kata IOC.

Baca Juga: Banding Israel Ditolak CAS, Indonesia Tidak Melanggar Aturan FIG

“Dewan Eksekutif IOC akan mendiskusikan situasi Indonesia–untuk semua pemangku kepentingan–pada pertemuan berikutnya. Olahraga harus tetap menjadi tempat yang aman bagi para atlet untuk mengisi impian mereka; dan atlet tidak seharusnya bertanggungjawab atas keputusan politik.”

Israel sebenarnya sudah mengajukan banding atas keputusan Indonesia ke Pengadilan Arbitrase Internasional (CAS). Namun, CAS menolak banding itu dengan menyebut bahwa pemberian visa adalah sepenuhnya kuasa Pemerintah Indonesia.

Dari sisi keolahragaan, Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang digelar di Arena Indonesia, Jakarta, 19–25 November, cukup memiliki arti penting bagi eksistensi Israel di tengah konflik di Gaza.

Terutama karena mereka memiliki juara bertahan di kategori senam lantai putra atas nama Artem Dolgopyat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H