SEA Games: Kemenpora Tegaskan Tak Ada Bonus untuk Atlet yang Berangkat Secara Mandiri
Leo Farhan | 21 Oktober 2025, 19:38 WIB

AKURAT.CO, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan tidak dapat menjamin pemberian bonus bagi atlet yang berangkat secara mandiri walau mampu meraih prestasi di SEA Games Thailand 2025.
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan arahan langsung dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dalam rapat persiapan menuju ajang dua tahunan tersebut.
"Khusus untuk SEA Games ini, atlet-atlet yang akan kita kirim adalah atlet terbaik yang dipersiapkan oleh PB-PB yang sekarang sudah di-Pelatnas-kan," ujar Surono di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (21/10).
Meski demikian, Pemerintah tetap membuka peluang bagi federasi atau pengurus besar (PB) yang ingin mengirim atlet di luar kontingen resmi selama atlet tersebut memiliki potensi kuat untuk meraih medali.
"Kami membuka opsi mandiri dengan catatan, atlet yang dikirim memang punya peluang untuk medali," tegasnya.
Namun begitu, Surono memastikan bahwa Pemerintah dalam hal ini juga belum dapat memberikan jaminan bonus bagi atlet yang berprestasi di luar kontingen resmi.
"Khusus untuk yang mandiri, mohon maaf, mungkin untuk bonus kemungkinan akan kita tangguhkan, atau tidak diberikan," ujarnya.
Lebih lanjut, Surono menyebutkan bahwa Kemenpora akan segera memanggil 48 Pengurus Besar cabang olahraga yang telah menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk melakukan sinkronisasi dan pengkajian peluang medali.
"Kami menyiapkan tim sinkronisasi dan review yang terdiri dari pakar, perwakilan KONI, dan KOI untuk menilai kesiapan tiap cabor," kata Surono.
Evaluasi tersebut, lanjutnya, akan menentukan jumlah akhir atlet dan cabang olahraga yang dikirim ke Thailand.
"Hasil review mungkin selesai dalam satu atau dua minggu. Setelah itu akan kami laporkan ke Pak Menteri untuk diumumkan secara resmi," jelasnya.
Surono juga menegaskan bahwa anggaran SEA Games sebesar Rp60 miliar akan disalurkan melalui Komite Olimpiade (NOC) Indonesia sebagai pelaksana resmi multievent internasional.
Nantinya seluruh pengelolaan anggaran akan diawasi secara transparan dengan sistem digital berbasis software pemantauan.
"Jadi bukan ke PB-PB. Kalau Pelatnas itu dikelola PB, tapi pengiriman atlet berada di bawah KOI. Setiap bulan bisa diketahui apa yang dilakukan, berapa yang dibelanjakan, dan untuk apa. Semua transparan," tegasnya.
Lebih jauh, Surono menyebut SEA Games 2025 tetap menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang menuju Olimpiade. Atlet-atlet yang di-Pelatnas-kan adalah mereka yang dipersiapkan menuju Olimpiade.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







