Akurat
Pemprov Sumsel

Kejuaraan Dunia Senam Artistik: Daiki Hashimoto Raih Gelar Dunia Ketiga Beruntun di Jakarta

Leo Farhan | 23 Oktober 2025, 18:02 WIB
Kejuaraan Dunia Senam Artistik: Daiki Hashimoto Raih Gelar Dunia Ketiga Beruntun di Jakarta
 
 
AKURAT.CO, Pesenam muda Jepang, Daiki Hashimoto, sukses mempertahankan mahkota juara dan mencatat sejarah sebagai pesenam putra Jepang kedua yang meraih tiga gelar all-around Kejuaraan Dunia Senam Artistik secara beruntun setelah sang legenda, Uchimura Kohei.
 
Dalam final Artistic Gymnastics World Championships 2025 yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Rabu (22/10), Daiki Hashimoto tampil luar biasa.
 
Daiki Hashimoto menutup kompetisi Kejuaraan Dunia Senam Artistik dengan raihan 85,131 poin, unggul 0,798 dari pesenam China, Zhang Boheng, yang mengekor di peringkat kedua.
 
 
"Bagi saya, medali ini lebih dari sekadar penghargaan. Ini adalah cara untuk memahami bagaimana saya bisa terus menang," kata Hashimoto selepas laga.
 
Hasil ini mampu membuat Hashimoto menutup malam dengan penuh percaya diri. Kini, sang juara dunia tiga kali itu bertekad melanjutkan dominasinya di masa depan.
 
"Menang tiga kali berturut-turut bukan hal mudah. Saya akan berusaha untuk meraih gelar keempat, ketujuh—siapa tahu," katanya penuh optimisme.
 
Dengan kemenangan ini, Daiki Hashimoto tak hanya mempertegas statusnya sebagai pesenam terbaik dunia saat ini. Tetapi juga penerus sah kejayaan Uchimura Kohei dalam sejarah panjang senam artistik Jepang dan dunia.
 
Sejak babak kualifikasi, Hashimoto memang menunjukkan konsistensi tinggi. Ia tampil impresif di nomor lantai (floor exercise) dengan skor 14,000, tertinggi pada alat tersebut.
 
 
Pesenam berusia 23 tahun itu juga menjadi yang terbaik di nomor vault (14,466) dan horizontal bar (14,700), memastikan dirinya tak terbendung menuju podium tertinggi.
 
Persaingan ketat sempat terjadi ketika rekan senegaranya, Shinnosuke Oka, memulai dengan baik dan sempat memimpin.
 
Namun, kesalahan pada nomor lantai membuat peraih emas Olimpiade 2024 itu harus puas berada di luar perebutan medali.
 
Situasi tersebut membuka peluang bagi Zhang Boheng dan pesenam muda Swiss, Noe Seifert, untuk menekan Hashimoto.
 
Zhang tampil gemilang di nomor still rings dengan 14,600 poin. Sementara Seifert mencatat skor terbaik di pommel horse (14,000).
 
Namun, kesalahan di alat lain membuat keduanya tak mampu menyalip Hashimoto. Zhang akhirnya meraih medali perak, disusul Seifert yang mengamankan medali perunggu, hasil terbaik sepanjang kariernya.
 
"Saya merasa belum tampil maksimal. Namun, saya belajar dari kesalahan di babak kualifikasi dan memperbaikinya di final," kata Zhang menjelaskan.
 
Sementara bagi Seifert, podium kali ini terasa sangat emosional. Setelah setahun berjuang memperbaiki performa di nomor horizontal bar, pesenam 26 tahun itu akhirnya memetik hasil manis saat tampil di Jakarta.
 
"Saya hanyalah pesenam asal Swiss yang mencintai olahraga ini. Rasanya luar biasa bisa berdiri di podium dunia," ungkap Seifert.
 
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H