AKURAT.CO, Gymnast putra asal Inggris, Jake Jarman, berhasil merebut medali emas nomor lantai (floor exercise) pada hari keenam Kejuaraan Dunia Senam Lantai 2025 yang berlangsung di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (24/10).
Jarman tampil sebagai yang terbaik dengan mencatatkan nilai tertinggi 14,866 poin, mengungguli rekan senegaranya, Luke Whitehouse, yang meraih perak (14,666) dan bintang Filipina, Carlos Yulo (14,533).
Bagi Jarman, hasil ini menjadi pelipur lara setelah ia gagal menembus final di nomor vault yang sejatinya merupakan spesialisasinya.
"Vault sebenarnya adalah nomor utama saya, dan tidak lolos ke final cukup membuat frustrasi. Tapi bisa menang emas di floor dan membawa Inggris finis satu-dua di podium benar-benar luar biasa," kata Jarman, Jumat (24/10).
Raihan ini sekaligus menambah daftar prestasi cemerlang Jarman setelah sebelumnya meraih emas vault di Kejuaraan Dunia Antwerpen 2023 dan perunggu floor di Olimpiade Paris 2024.
Performa pesenam Inggris Raya semakin lengkap dengan keberhasilan Luke Whitehouse membawa pulang medali perak.
Hasil ini terasa mengejutkan lantaran Whitehouse sebelumnya hanya menempati posisi kedelapan pada babak kualifikasi dengan 13,866 poin.
Whitehouse memang dikenal sebagai spesialis lantai di level Eropa dengan tiga kali berturut-turut menjadi juara European Floor Exercise (2023–2025).
"Saya sangat bahagia dan bangga bisa membawa pulang perak. Ini medali dunia pertama saya, dan rasanya luar biasa," kata Whitehouse.
"Saya sudah lama menargetkan medali dunia ini. Tidak ada yang pasti di senam, tapi saya tahu saya sedang menuju ke arah yang benar."
Sementara itu, pesenam andalan Filipina, Carlos Yulo kembali menunjukkan kelasnya dengan meraih medali perunggu.
Meskipun nilainya sedikit lebih rendah dari hasil kualifikasi (14,566), Yulo mengaku puas dengan performanya. Ia bertekad menjadikan hasil ini sebagai motivasi untuk tampil lebih baik di ajang berikutnya.
"Tidak ada penyesalan. Saya sudah berusaha sebaik mungkin. Masih banyak ruang untuk berkembang, tapi saya senang dengan apa yang saya tampilkan hari ini," kata Yulo.
"Saya akan terus melangkah satu per satu. Saya bersyukur masih bisa menunjukkan keindahan senam saya."
Whittenburg Buktikan Umur Bukan Halangan
Kisah inspiratif juga datang dari Donnell Whittenburg, pesenam asal Amerika Serikat yang mencetak sejarah dengan merebut emas nomor rings (cincin) di usia 31 tahun.
Dengan catatan 14,700 poin, Whittenburg menjadi pesenam tertua kedua yang pernah tampil di final rings setelah Eleftherios Petrounias (Yunani) yang kini berusia 34 tahun dan finis di posisi kelima dengan 14,300 poin.
Sementara itu untuk medali perak mampu diamankan pesenam Turki, Adem Asil, dengan raihan 14,566 poin, dan medali perunggu direbut pesenam China, Lan Xingyu, dengan catatan 14,500 poin
Whittenburg sebelumnya hanya mengoleksi dua medali perunggu, yang masing-masing didapatkannya dari Kejuaraan Dunia Nanning 2014 (tim) dan Glasgow 2015 (vault).
Kemenangan ini menjadi tonggak penting dalam karier Whittenburg sekaligus bukti bahwa usia bukanlah batas untuk berprestasi di panggung dunia.