Jannik Sinner Kritik Grand Slam Tunda Respons Tuntutan Kesejahteraan dan Gaji Pemain

AKURAT.CO, Petenis ranking dua dunia, Jannik Sinner, mengkritik penyelenggara turnamen grand slam sehubungan tertundanya pembicaraan soal besaran nilai hadiah dan keuntungan untuk atlet-atlet peserta ranking bawah.
The Guardian menyebut bahwa Jannik Sinner merasa frustasi dengan penolakan turnamen-turnamen grand slam untuk membahas kesejahteraan atlet.
Petenis pemilik empat gelar grand slam asal Italia itu juga mengulang kembali permintaan atlet untuk hadiah yang lebih besar.
Baca Juga: Shanghai Masters: Jannik Sinner Tumbang Karena Kram, Djokovic Buka Peluang Rebut Gelar Kelima
Grand slam sendiri diketahui telah berbicara kepada perwakilan atlet bahwa mereka tidak bisa membicarakan hal-hal yang substantif selagi gugatan yang diajukan Asosiasi Pemain Tenis Profesional (PTPA) belum diputuskan.
Adapun PTPA pada Maret silam mengajukan gugatan atas beberapa isu, di antaranya jadwal kejuaraan, manipulasi hadiah turnamen, dan eksploitasi atlet melalui monopoli sistem.
"Kami melakukan pembicaraan yang baik dengan grand slam di Roland Garros dan Wimbledon (Mei-Juni silam), maka mengecewakan ketika mereka bilang mereka tak bisa bertindak atas proposal kami sampai isu lain selesai," kata Jannik Sinner.
"Kalender dan penjadwalan adalah topik-topik penting, tetapi tak ada yang bisa menghentikan slam untuk memperhatikan kesejahteraan (atlet) seperti pensiun dan layanan kesehatan saat ini."
Baca Juga: 'Pecah Telur' Grand Slam, Madison Keys Rebut Trofi Australia Terbuka dari Aryna Sabalenka!
Keluhan para pemain tenis elite secara spesifik adalah rasio pemasukan hadiah uang turnamen secara keseluruhan antara empat turnamen grand slam dan turnamen Tur ATP/WTA.
Yakni grand slam menyediakan hadiah sebesar 12-15 persen dari total pemasukan berbanding 22 persen yang diberikan turnamen seperti Indian Wells dan Italia Terbuka.
Sebagai contoh, Wimbledon tahun lalu menyediakan hadiah total 50 juta Poundsterling (sekitar Rp1,1 triliun) atau 12,3 persen dari total pemasukan senilai 406,5 juta Poundsterling (sekitar Rp8,95 triliun)
"Grand slam adalah acara terbesar dan menghasilkan paling banyak pemasukan di tenis, jadi kami meminta kontribusi yang adil untuk mendukung seluruh pemain," kata Sinner.
"Dan hadiah uang mencerminkan berapa yang didapatkan oleh turnamen-turnamen ini."
Sebagaimana dikatakan Jannik Sinner, grand slam adalah turnamen tenis paling prestisius di dunia. Turnamen ini dianggap sebagai turnamen paling tradisional yang dibagi dalam empat jadwal dan venue.
Empat grand slam itu adalah Australia Terbuka (Januari-Februari), Prancis Terbuka (Mei), Wimbledon (Juni-Juli), dan ditutup oleh Amerika Serikat Terbuka (September).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








