Akurat
Pemprov Sumsel

SEA Games: Yenny Wahid Minta Pemerintah Bangun Fasilitas Latihan Selain Bonus untuk Atlet Panjet Tebing

Leo Farhan | 13 Desember 2025, 12:32 WIB
SEA Games: Yenny Wahid Minta Pemerintah Bangun Fasilitas Latihan Selain Bonus untuk Atlet Panjet Tebing
 
Laporan langsung Akurat.co dari SEA Games Thailand ini didukung oleh Jamkrindo dan Telkomsel.
 
AKURAT.CO, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, menilai pencapaian atlet panjat tebing Indonesia di SEA Games Thailand 2025 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah.
 
Tim panjat tebing Indonesia mampu meraih empat medali dengan rincian dua emas, satu perak, dan satu perunggu dari nomor lead putra-putri SEA Games Thailand saat berlaga di Bangkok Sport Climbing Center, Bangkok, Thailand, Jumat (12/12).
 
Yenny Wahid berharap dukungan tersebut tidak berhenti pada pemberian bonus, tetapi berlanjut pada penguatan fasilitas dan ekosistem panjat tebing nasional secara berkelanjutan.
 
 
Yenny Wahid menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah, termasuk komitmen pemberian bonus bagi atlet berprestasi yang dinilainya menjadi tambahan motivasi.
 
Namun, ia menegaskan bahwa kebutuhan utama untuk menjaga prestasi adalah ketersediaan fasilitas latihan yang memadai.
 
"Kami berterima kasih kepada Pemerintah. Bonus tentu memotivasi atlet, tetapi yang paling utama adalah fasilitas memanjat. Kalau fasilitasnya banyak dan berkualitas, hasilnya akan cepat terlihat dan dampaknya langsung terasa," ujar Yenny saat ditemui di Bangkok, Jumat (12/12) malam setempat.
 
 
Selain fasilitas, Yenny juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendukung, seperti pembuat jalur (route setter), juri, dan perangkat pertandingan lainnya.
 
 
"Semua itu berkesinambungan. Ketika kita punya pembuat jalur yang baik, mereka bisa menciptakan jalur kreatif dan kompleks. Atlet kita terbiasa berlatih di jalur sulit, dan itu yang akhirnya melahirkan juara," jelasnya.
 
Saat ini, FPTI telah memulai langkah konkret dengan menggelar pelatihan pembuat jalur dan bekerja sama dengan tenaga ahli internasional. Terakhir, FPTI menghadirkan pembuat jalur dari Prancis untuk berbagi pengetahuan dan standar global kepada route setter dalam negeri.
 
"Kami ingin kemampuan pembuat jalur lokal lebih merata di seluruh daerah dan teruji secara kualitas. Harapannya, atlet-atlet muda kita terbiasa menghadapi jalur dengan tingkat kreatifitas dan kerumitan yang lebih tinggi," tutup Yenny.
 
FPTI optimistis dengan dukungan fasilitas yang memadai dan penguatan ekosistem secara menyeluruh, prestasi panjat tebing Indonesia dapat terus berlanjut dan bersaing di level yang lebih tinggi.
 
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H