Taklukkan Swiss, Polandia Rebut Gelar Juara United Cup Perdana setelah 3 Final

AKURAT.CO, Setelah dua tahun berturut-turut hanya mampu finis sebagai runner-up, tim tenis beregu campuran Polandia akhirnya berhasil menghapus rasa penasaran mereka.
Iga Swiatek dan kawan-kawan resmi menahbiskan diri sebagai juara United Cup 2026 usai menumbangkan Swiss dengan skor tipis 2-1 di Ken Rosewall Arena, Sydney, Australia, Minggu malam (11/1).
Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Polandia yang sempat gagal di final edisi 2024 dan 2025.
Baca Juga: United Cup: Swiss ke Final Usai Hentikan Belgia, Belinda Bencic Jadi Pahlawan Kemenangan
Gelar juara mereka kali ini dipastikan melalui perjuangan dramatis di partai penentu sektor ganda campuran.
Langkah Polandia sempat goyah di partai pembuka setelah petenis nomor dua dunia, Iga Swiatek, secara mengejutkan takluk di tangan Belinda Bencic.
Namun, asa Polandia kembali membubung berkat penampilan apik Hubert Hurkacz yang sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dengan menumbangkan petenis veteran, Stan Wawrinka.
Gelar juara akhirnya dikunci oleh pasangan ganda campuran, Katarzyna Kawa dan Jan Zielinski. Mereka tampil dominan dengan mengalahkan duet Belinda Bencic/Jakub Paul lewat dua set langsung 6-4, 6-3.
Kemenangan ini sekaligus menjaga rekor sempurna 5-0 bagi Kawa/Zielinski sepanjang turnamen berlangsung.
"Saya pikir keberanian di poin-poin krusial selalu membuahkan hasil, terutama di ganda. Itu adalah keputusan insting, saya hanya melakukannya," ujar Katarzyna Kawa dikutip laman resmi WTA Tennis.
Baca Juga: United Cup: Tekuk Italia, Swiss Tim Pertama Lolos ke Perempat Final
Meski Swiss gagal membawa pulang trofi, Belinda Bencic dinobatkan sebagai pemain terbaik (MVP) turnamen.
Bencic mencatatkan rekor individu yang impresif dengan sembilan kemenangan dan hanya satu kekalahan di partai ganda campuran terakhir.
Di sektor tunggal, Bencic tampil perkasa dengan menyapu bersih lima kemenangan, termasuk kemenangan prestisius atas Iga Swiatek.
Melawan Swiatek, Bencic sempat tertinggal 0-3 di set pertama sebelum akhirnya membalikkan keadaan.
"Perbedaannya hari ini adalah saya bermain dengan lepas. Saya sangat menikmati waktu di lapangan dan benar-benar mengejarnya," kata Bencic.
Di sisi lain, Hubert Hurkacz menjadi pahlawan yang menjaga napas Polandia. Kembali dari cedera lutut yang membuatnya absen selama tujuh bulan, Hurkacz tampil solid dengan melepaskan 18 ace saat melawan Wawrinka.
Kemenangan ini sekaligus menjadi ajang penebusan dosa bagi Hurkacz yang pada dua final sebelumnya gagal menyumbangkan poin krusial bagi Polandia.
Dengan hasil ini, Polandia resmi mencatatkan sejarah baru dalam turnamen beregu campuran tersebut, sekaligus memutus dominasi lawan-lawan mereka di partai puncak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









