WBA Cabut Gelar Juara Dunia Gervonta Davis Menyusul Surat Penangkapan Sang Petinju

AKURAT.CO, Nasib sial seolah tak mau beranjak dari Gervonta Davis. Usai resmi dinyatakan sebagai buronan kepolisian Miami, Amerika Serikat, atas kasus dugaan kekerasan domestik, kini giliran badan tinju dunia WBA yang menjatuhkan sanksi berat kepada petinju dengan julukan Tank tersebut.
Presiden WBA, Gilberto Mendoza, mengumumkan langkah tegas dengan mengubah status gelar juara kelas ringan milik Gervonta Davis menjadi Champion in Recess atau juara dalam masa reses. Keputusan ini diambil menyusul seriusnya dakwaan yang dihadapi sang petinju.
Dalam regulasi WBA, status ini diberikan kepada pemegang sabuk yang tidak mampu mempertahankan gelarnya karena alasan di luar kendali, seperti cedera parah atau masalah hukum yang berkepanjangan.
Baca Juga: Gervonta Davis Buron Terlibat Dugaan Kekerasan, Polisi Miami Terbitkan Surat Penangkapan
Akibatnya, status juara dunia kelas ringan WBA yang dimiliki Gervonta Davis kini dinyatakan lowong (vacant). Davis tidak kehilangan gelar secara permanen; ia harus menyelesaikan kasus hukumnya terlebih dahulu sebelum bisa menantang juara baru secara langsung di masa mendatang.
Selain kasus hukum, Davis memang belum pernah lagi mempertahankan gelarnya sejak hasil imbang kontroversial melawan Lamont Roach Jr pada Maret 2025 lalu.
Berdasarkan laporan terbaru dari Kepolisian Miami Gardens, bukti-bukti yang memberatkan petinju berusia 31 tahun ini mulai terungkap. Polisi menyebut bahwa investigasi Unit Korban Khusus telah diperkuat dengan rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Baca Juga: Jake Paul Batal Hadapi Gervonta Davis, Anthony Joshua Target Berikutnya
"Detektif telah meninjau rekaman pengawasan video yang memperkuat elemen-elemen kunci dari pernyataan korban," bunyi pernyataan resmi kepolisian dikutip Essentially Sports.
Kronologi kejadian mengungkap tindakan brutal yang diduga dilakukan Davis terhadap mantan kekasihnya, Courtney Rossel.
Davis diduga mencengkeram bagian belakang rambut korban dengan satu tangan, sementara tangan lainnya digunakan untuk mencekik korban. Selain itu, Davis mencoba memindahkan korban secara paksa dari lokasi kejadian di luar kehendak korban.
Karier Gervonta Davis di Ujung Tanduk
Langkah WBA ini menjadi pukulan telak kedua bagi Davis setelah sebelumnya ia dicoret dari laga eksibisi bernilai jutaan dolar melawan Jake Paul yang seharusnya digelar November lalu.
Kini, dengan keterlibatan U.S. Marshals Fugitive Task Force untuk memburunya, masa depan karier tinju Davis berada di titik nadir.
Ini bukan kali pertama Davis berurusan dengan hukum terkait kekerasan. Namun, kali ini tekanan dari organisasi tinju dunia dan pihak berwenang tampak jauh lebih berat.
Hingga saat ini, Davis belum menyerahkan diri dan keberadaannya masih misterius. Dunia tinju kini menanti apakah sang Tank akan benar-benar hancur oleh masalah pribadinya sendiri atau mampu kembali ke ring suatu saat nanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







