Proliga: Drama 5 Set di Deli Serdang, Jakarta Electric PLN dan Samator Petik Kemenangan Krusial

AKURAT.CO, Lanjutan putaran pertama Proliga 2026 yang berlangsung di GOR Voli Indoor Sport Center, Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (17/1), menyuguhkan drama luar biasa.
Dua laga sengit berakhir dengan skor identik 3-2. Jakarta Electric PLN (JEP) Mobile dan Surabaya Samator sukses menumbangkan lawan-lawannya lewat pertarungan melelahkan.
JEP Mobile Bungkam Bandung BJB Tandamata
Tim voli putri Jakarta Electric PLN (JEP) Mobile berhasil meraih kemenangan keduanya musim ini setelah menyudahi perlawanan ketat Bandung BJB Tandamata. Anak asuh Chamnan Dokmai menang tipis dengan skor 3-2 (20-25, 25-23, 25-27, 25-18, 15-13).
Asisten Pelatih JEP Mobile, Alim Suseno, menyebut kunci kemenangan timnya adalah ketenangan di poin-poin kritis.
Baca Juga: Proliga: Agustin Wulandhari Siap Tempur, Jakarta Electric PLN Usung Misi Juara di Musim 2026
"Pertandingan tadi sangat seimbang. Kuncinya adalah ketenangan dan fokus. Siapa yang lebih fokus, dia yang menang. Alhamdulillah hari ini kami bisa," ujar Alim Suseno usai laga.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi tim milik BUMN tersebut untuk menembus babak final four. Meski menang, Alim mewanti-wanti pasukannya untuk tidak cepat puas karena tantangan berat sudah menanti di depan mata.
"Besok kami menghadapi tuan rumah Falcons. Mereka tim bagus, kami harus tetap fokus," tambahnya.
Di sisi lain, pelatih BJB Tandamata, Risco Herlambang, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski harus menelan kekalahan pahit.
Baca Juga: Proliga: Bandung BJB Tandamata Bungkam Tuan Rumah, Jakarta Pertamina Enduro Terlalu Tangguh
"Saya apresiasi tim saya. Kita bukan nyaris kalah, tapi sebenarnya nyaris menang," tutur Risco singkat.
Kejutan Skuad Muda Surabaya Samator
Kejutan besar terjadi di sektor putra. Surabaya Samator yang mengandalkan skuad muda secara mengejutkan berhasil menumbangkan tim bertabur bintang, Medan Falcons Tirta Bhagasasi.
Melalui drama lima set yang menguras emosi, Samator menang dengan skor 3-2 (25-22, 23-25, 19-25, 25-17, 20-18).
Kematangan mental para pemain muda Samator seperti Rama Fauzan dan Tedy Oka diuji dalam laga ini. Terutama pada set kelima yang diwarnai lima kali deuce hingga menyentuh angka 20-18.
Meski menang, asisten pelatih Samator, Sigit Ari Widodo, justru memberikan evaluasi keras terhadap performa timnya. Ia menilai anak asuhnya masih sering terjebak dalam ego permainan individu.
"Saya belum puas karena permainan anak-anak belum mencerminkan permainan tim seutuhnya, masih terlalu individual terutama di set kedua dan ketiga," kata Sigit menegaskan.
Pemain Samator, Tedy Oka Syahputra, mengakui faktor konsentrasi masih menjadi kendala utama timnya yang didominasi pemain junior.
"Kami sering kurang fokus di lapangan karena banyak pemain junior, tapi kami bersyukur bisa melewati tekanan," katanya.
Sementara itu, Pelatih Medan Falcons, Ariyanto Joko Sutrisno, menerima hasil dengan lapang dada. Menurutnya, Fachri Septian dan tim kurang beruntung di poin-poin akhir yang sangat krusial.
"Kami kurang beruntung, terutama di set kelima yang sampai poin 20-18," kata Ary.
Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi Surabaya Samator, sekaligus membuktikan semangat juang pemain muda mampu meruntuhkan dominasi pemain bintang di panggung Proliga 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









