Australia Terbuka: Novak Djokovic Melenggang ke Putaran Ketiga, Dekati Rekor 400 Kemenangan

AKURAT.CO, Novak Djokovic belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Pemegang sepuluh gelar Australia Terbuka itu melenggang mulus ke putaran ketiga usai menumbangkan petenis kualifikasi asal Italia, Francesco Maestrelli.
Bertanding di Rod Laver Arena, Melbourne, Australia, Kamis (22/1), petenis berusia 38 tahun itu menang dengan skor meyakinkan 6-3, 6-2, dan 6-2 di bawah teriknya matahari Melbourne.
Hasil ini menjadi sinyal bahaya bagi para pesaingnya, mengingat Novak Djokovic tampil sangat klinis dan efisien di setiap set yang ia lewati.
Berbeda dengan laga putaran pertama Australia Terbuka yang dimainkan malam hari, kali ini Novak Djokovic harus berhadapan dengan embusan angin yang cukup menantang. Namun, mentalitas juara berbicara banyak dalam proses adaptasinya.
"Rasanya seperti bermain di dua turnamen yang berbeda antara malam dan siang hari, terutama dengan angin yang berembus lebih kencang tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata Djokovic dikutip ATP Tour.
"Saya harus beradaptasi dengan lawan yang punya servis besar. Secara keseluruhan, saya senang dengan pergerakan dan cara saya memukul bola."
Dominasi Servis dan Rekor di Depan Mata
Statistik mencatat dominasi total Djokovic dalam laga ini. Ia memenangi 86 persen (43/50) poin dari servis pertamanya.
Meski Maestrelli sempat memberikan perlawanan dan menyebut laga ini sebagai momen paling mendebarkan dalam hidupnya, ia tetap gagal membendung ketangguhan sang pemilik 24 gelar Grand Slam tersebut.
Baca Juga: Fokus Kejar Gelar Grand Slam ke-25, Novak Djokovic Mundur dari Adelaide International
Kemenangan ini membawa Djokovic ke ambang sejarah baru. Ia kini hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mencatatkan 400 kemenangan di level Grand Slam.
Jika berhasil, ia akan menjadi petenis pertama dalam sejarah yang mencatatkan rekor tersebut.
Di babak selanjutnya, Djokovic akan menantang petenis asal Belanda, Botic van de Zandschulp, yang lolos usai mengandaskan perlawanan petenis muda China, Shang Juncheng.
Laga melawan Van de Zandschulp berpotensi menjadi ajang balas dendam bagi Djokovic mengingat petenis Belanda itu sempat mengejutkannya di Indian Wells tahun lalu.
Jika terus melaju, Djokovic diprediksi akan bertemu Lorenzo Musetti di perempat final, sebelum potensi duel blockbuster melawan juara bertahan dua kali, Jannik Sinner, di babak semifinal.
Musetti sendiri memastikan tempat di putaran ketiga usai menyingkirkan rekan senegaranya, Lorenzo Sonego, dengan skor 6-3, 6-3, dan 6-4.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









