Ryan Garcia Belum Habis! Rebut Sabuk Welter WBC Setelah Dominan Kalahkan Mario Barrios

AKURAT.CO, Ryan Garcia resmi menyandang status juara dunia baru. Petinju eksentrik asal Amerika Serikat ini tampil dominan untuk merebut sabuk juara kelas welter WBC.
Sukses ini dicapai Ryan Garcia setelah menang angka mutlak atas Mario Barrios di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Sabtu (21/2) malam waktu setempat.
Ryan Garcia, yang kini berusia 27 tahun, langsung menunjukkan taringnya sejak bel ronde pertama berbunyi.
Tak butuh waktu lama, hook tangan kanan dari Garcia berhasil menjatuhkan Barrios ke kanvas saat laga baru berjalan 30 detik.
Baca Juga: Tinju Dunia: Mario Barrios vs Ryan Garcia Resmi Dijadwalkan 21 Februari, Duel Sabuk WBC!
Walau sempat mencium kanvas, Barrios mampu bangkit, namun ia tak pernah benar-benar bisa keluar dari tekanan Garcia sepanjang dua belas ronde.
Hingga akhirnya ketiga juri memberikan skor telak bagi keunggulan King Ryan, 119-108, 120-107, dan 118-109.
Gelar ini adalah gelar juara dunia penuh pertama bagi mantan pemegang sabuk interim kelas ringan tersebut.
Hasil ini juga merupakan kebangkitannya setelah tahun lalu menelan kekalahan mengejutkan dari Rolando Romero. Catatan kariernya kini meningkat menjadi 25 kemenangan dan dua kekalahan.
Usai laga, suasana T-Mobile Arena semakin memanas. Garcia tidak membuang waktu untuk langsung menantang rival bebuyutannya, Shakur Stevenson, juara baru kelas ringan super WBO, yang kebetulan hadir di barisan penonton.
Baca Juga: Jatuh di Ronde Kedua, Ryan Garcia Kalah Angka Lawan Rolando Romero
"Kalian tahu siapa yang saya inginkan? Dia ada di sana. Shakur Stevenson, ayo kita lakukan!" teriak Garcia dalam wawancara di atas ring seperti dikutip BBC Sport.
Stevenson sendiri meresponsnya dengan tersenyum sembari menganggukkan kepala dan bertepuk tangan menanggapi tantangan tersebut. Garcia menegaskan bahwa ia adalah petarung yang tidak pilih-pilih lawan.
"Saya ingin menjadi juara, saya tidak takut. Saya sudah melawan Devin Haney. Saya akan melawanmu, Shakur Stevenson. Saya akan melawan siapa pun!" tegasnya.
Menanggapi komentar Stevenson sebelumnya yang mengklaim levelnya berada jauh di atas Garcia, petinju dengan pukulan kilat ini memberikan jawaban pedas.
"Kamu harus punya kekuatan pukulan (punching power) untuk membuat saya menjauh dari kamu. Ini akan menjadi gaya bertarung yang berbeda, dan saya tidak akan memukul dengan pukulan ringan," ujar Garcia menyindir gaya bertarung Stevenson yang dikenal teknis namun minim kekuatan KO.
Sementara itu, bagi Mario Barrios, kekalahan ini mengakhiri masa kepemimpinannya di kelas welter WBC.
Sejak naik status menjadi juara penuh pada Juni 2024, Barrios sempat mempertahankan gelarnya dua kali lewat hasil imbang, termasuk saat menghadapi legenda Filipina, Manny Pacquiao, pada musim panas tahun lalu.
Kini, dengan Garcia yang memegang sabuk WBC, peta persaingan kelas welter diprediksi akan semakin panas. Terutama dengan potensi mega duel lintas divisi melawan Shakur Stevenson yang sudah berada di depan mata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








