Disebut Terbaik Se-Asia Tenggara, Fasilitas Paralimpiade di Karanganyar Mesti Dipelihara

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) yang berlokasi di Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah. Fasilitas ini disebut-sebut sebagai pusat pelatihan disabilitas terbaik dan pertama di kawasan Asia Tenggara.
Dalam kunjungannya pada Sabtu (14/2) siang, Erick Thohir meninjau langsung progres pembangunan tahap pertama PPPI yang berdiri di atas lahan seluas 80.262 meter persegi.
"Tadi saya dengar ini adalah yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara. Pemerintah membuktikan hadir dan tidak membedakan dukungan fasilitas terhadap seluruh kegiatan NPC Indonesia," kata Erick di sela-sela peninjauan.
Baca Juga: Kemenpora Kucurkan Dana Tahap 2 Senilai Rp210 Miliar untuk Cabang Olahraga dan Paralimpiade
Pembangunan tahap pertama PPPI Delingan telah merampungkan sembilan arena olahraga spesifik, di antaranya arena indoor dan outdoor untuk sepakbola cerebral palsy, para atletik, para renang, para menembak, dan boccia.
Ada juga arena beladiri dan raket untuk para tenis meja, para angkat berat, para bulutangkis, dan para judo. Sementara itu, untuk fasilitas pendukung, PPPI telah menghadirkan laboratorium sport science, wisma atlet berkapasitas 280 orang, dan dining hall modern.
Sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, Kemenpora telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera memulai pembangunan tahap kedua guna melengkapi fasilitas yang ada. Tak hanya soal fisik, skema perawatan jangka panjang juga disiapkan melalui sistem hibah dari Kemenpora.
"Kami ingin aset terbaik ini terus terjaga kualitasnya, termasuk kemungkinan bekerja sama dengan pihak swasta untuk mekanisme administrasinya," tambah Erick.
Baca Juga: NPC Indonesia Targetkan 3 Emas Di Paralimpiade Los Angeles 2028
Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, menyebut keberadaan PPPI Delingan sebagai bentuk sumbangsih nyata negara bagi atlet paralimpiade.
"Inilah apresiasi luar biasa dari pemerintah. Kami berterima kasih kepada Pak Menpora yang hadir memberikan motivasi. Ini modal kami untuk berjuang di pentas internasional," kata Senny.
Bidik Sepuluh Besar di Asian Para Games Nagoya 2026
Meski memiliki fasilitas mumpuni, tantangan besar sudah menanti Indonesia di ajang Asian Para Games (AiPG) Nagoya, Jepang, yang akan digelar pada 18-24 Oktober 2026 mendatang.
Wasekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang fokus meloloskan minimal 120 atlet ke Nagoya melalui berbagai kualifikasi single event. Namun, Indonesia harus realistis dalam menetapkan target medali.
"Target kita sekarang masuk sepuluh besar. Ini cukup menantang karena cabor andalan kita, para catur, yang menyumbang sepuluh emas di Hangzhou lalu, tidak dipertandingkan di Nagoya nanti," jelas Rima.
Pada edisi sebelumnya di Hangzhou, tim para catur Indonesia menjadi kunci keberhasilan Merah Putih mengunci posisi lima besar Asia.
Namun, dengan absennya cabor tersebut, PPPI Delingan diharapkan bisa menjadi kawah candradimuka bagi cabor lain untuk menutup celah medali emas demi menjaga harga diri bangsa di kancah Asia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








