Oleksandr Usyk Bakal Ladeni Raja Kickboxing Rico Verhoeven di Depan Piramida Mesir 26 Mei

AKURAT.CO, Jagat tinju dunia kembali dikejutkan dengan pengumuman duel lintas disiplin yang fenomenal. Sang penguasa kelas berat tak terkalahkan, Oleksandr Usyk, dijadwalkan akan mempertahankan sabuk juara dunia WBC miliknya melawan legenda hidup kickboxing, Rico Verhoeven.
Laga bertajuk Glory in Giza ini rencananya bakal digelar pada 23 Mei 2026 dengan latar belakang kemegahan Piramida Giza, Mesir.
Pertemuan dua raja dari dunia berbeda ini memicu perdebatan panas di kalangan pengamat tinju terkait legitimasi olahraga versus nilai komersial.
Oleksandr Usyk, petinju Ukraina yang mengoleksi sabuk WBA, WBC, dan IBF, akan kembali naik ring setelah kemenangan dominannya atas Daniel Dubois di Stadion Wembley, London, Inggris, pada Juli lalu.
Meski Verhoeven adalah pendatang baru di dunia tinju profesional, Oleksandr Usyk tetap menaruh hormat pada pencapaian sang lawan.
Petinju dengan rekor 24-0 ini memberikan peringatan keras bahwa ring tinju adalah wilayah kekuasaannya.
"Rico adalah atlet yang kuat dan juara yang hebat. Menjadi juara bukan hanya soal sabuk. Saya menghormati perjalanannya, dia benar-benar raja kickboxing," kata Usyk dikutip BBC.
"Ini adalah tinju, permainan yang berbeda dengan aturannya sendiri dan rajanya sendiri."
Di sudut lain, Rico Verhoeven datang dengan modal dominasi selama 12 tahun di kancah kickboxing dunia.
Petarung asal Belanda itu memutuskan meninggalkan zona nyamannya pada November lalu demi mengejar tantangan yang lebih besar.
Pria 36 tahun itu juga menegaskan bahwa motivasi utamanya menerima tantangan Usyk bukanlah karena uang, melainkan pembuktian diri melawan petinju terbaik di planet ini.
Pemilihan lokasi di bawah bayang-bayang Tujuh Keajaiban Dunia menambah kesan teatrikal, namun banyak pihak menilai duel ini sebagai ketimpangan yang nyata.
Verhoeven tercatat hanya pernah melakoni satu laga tinju pada 2014. Menghadapi Usyk yang berada di daftar pound-for-pound terbaik dunia dianggap sebagai lompatan yang terlalu berisiko.
Kritik mengalir deras karena nama-nama seperti Fabio Wardley atau Agit Kabayel dinilai jauh lebih layak mendapatkan kesempatan memperebutkan gelar juara dunia.
Publik masih ingat bagaimana Francis Ngannou nyaris mempermalukan Tyson Fury pada 2023. Dengan teknik metodis dan kedisiplinan Usyk, peluang terjadinya kejutan serupa dinilai sangat kecil.
Di era di mana keuntungan komersial sering kali mengangkangi logika olahraga, duel Usyk vs Verhoeven diprediksi tetap akan menyedot perhatian jutaan pasang mata.
Menarik dinantikan apakah teknik tinju murni Usyk akan menang mudah, ataukah kekuatan fisik sang King of Kickboxing mampu menciptakan sejarah baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







