Dillian Whyte Ingatkan Tyson Fury: Arslanbek Makhmudov Bukan Lawan Enteng!

AKURAT.CO Tyson Fury diminta untuk tidak memandang sebelah mata calon lawannya, Arslanbek Makhmudov.
Mantan penantang gelar juara dunia kelas berat, Dillian Whyte, menyebut Makhmudov sebagai ancaman nyata bagi petinju berjuluk Gypsy King tersebut dalam laga comeback yang dijadwalkan bulan depan.
Fury dipastikan akan mengakhiri masa vakumnya selama 16 bulan dari ring tinju saat meladeni tantangan Makhmudov di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, pada 11 April 2026 mendatang.
Baca Juga: Tyson Fury Klaim Tak Butuh Pelatih untuk Duel Comeback Kontra Arslanbek Makhmudov
Whyte mengaku sempat salah menilai kapasitas Makhmudov. Namun, pandangannya berubah drastis setelah ia melakukan analisis mendalam melalui rekaman video pertarungan petinju asal Rusia tersebut.
"Dia (Arslanbek Makhmudov) petarung yang tangguh. Dia baru saja meraih beberapa kemenangan bagus dan memiliki pukulan yang sangat kuat," kata Whyte dikutip laman Sky Sports.
Menurut Whyte, meski Fury memiliki keunggulan postur tubuh yang sangat tinggi serta jangkauan pukulan yang panjang, hal itu bukan jaminan dia bisa mendominasi Makhmudov dengan mudah.
Whyte mengingatkan publik bahwa Fury memiliki rekam jejak yang terkadang mengejutkan saat menghadapi lawan yang secara teori di bawah levelnya. Dengan daya ledak yang dimiliki Makhmudov, risiko kekalahan bagi Fury terbuka lebar.
"Fury pernah beberapa kali kewalahan oleh petarung yang seharusnya tidak bisa mengalahkannya. Sementara itu, Makhmudov memiliki pukulan yang jauh lebih keras. Jadi, mari kita lihat bagaimana jalannya pertarungan nanti," tambah Whyte.
Baca Juga: Bobot Turun Drastis! Tyson Fury Klaim Sudah Capai Berat Ideal Jelang Duel Lawan Arslanbek Makhmudov
Laga ini menjadi sangat krusial bagi perjalanan karier Tyson Fury. Sebagaimana diketahui, reputasi Fury sedikit tercoreng setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Oleksandr Usyk pada tahun 2024.
Pada bulan Mei, dia kalah melalui keputusan terpisah (split decision) dalam perebutan status juara dunia tak terbantahkan.
Sedangkan pada Desember, Fury kalah dalam laga rematch melalui keputusan mutlak.
Pasca rentetan hasil negatif tersebut, Fury sempat memutuskan pensiun dan bersumpah tidak akan kembali ke ring. Namun, di awal tahun 2026, ia memutuskan "turun gunung" demi mengejar ambisi besar, termasuk peluang mewujudkan trilogi melawan Usyk.
Kemenangan atas Makhmudov di London nanti akan menjadi syarat mutlak bagi Fury jika ingin kembali masuk ke jajaran elit perebutan gelar juara dunia kelas berat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








