IBL: Satria Muda Dipaksa Menyerah Lewat Overtime oleh RANS Simba Bogor di Kandang

AKURAT.CO, Pertarungan sengit tersaji dalam lanjutan IBL 2026 di Bandung Arena, Bandung, Sabtu (4/4) kemarin.
Satria Muda (SM) Pertamina Bandung harus menelan pil pahit setelah ditundukkan tamu mereka, RANS Simba Bogor, dengan skor akhir 84-95 melalui babak tambahan (overtime).
Laga yang berlangsung dengan tensi tinggi ini sempat berakhir imbang 79-79 di waktu normal, sebelum akhirnya skuat asuhan Djordje Jovicic kehilangan momentum di masa krusial.
Satria Muda sebenarnya membuka laga dengan meyakinkan melalui poin pertama dari Yudha Saputera. Namun, agresivitas RANS Simba Bogor membuat tuan rumah sempat tertinggal.
Aksi slam dunk dari Dame Diagne dan kolaborasi apik Yudha Saputera bersama Chad Brown sempat menghidupkan suasana stadion. Kuarter pertama ditutup dengan skor sama kuat 18-18.
Memasuki kuarter kedua, rotasi pemain yang dilakukan Coach Djordje belum mampu membendung dominasi tim tamu.
Meski Chad Brown kembali pamer kekuatan lewat dunk hasil assist Yudha, SM harus tertinggal sepuluh angka di akhir paruh pertama, 35-45.
Upaya bangkit diperlihatkan Jalen Jones dan Jordan Ivy-Curry di kuarter ketiga. Tembakan tiga angka dari Yudha Saputera sempat memperkecil selisih, namun RANS tetap memimpin 65-54.
Ketegangan memuncak di kuarter pamungkas. Di tengah upaya mengejar poin lewat aksi Abraham Damar Grahita, laga sempat memanas saat penggawa RANS, KJ Buffen, harus dikeluarkan dari lapangan (ejected) akibat melontarkan komentar tidak pantas kepada wasit.
Momentum ini dimanfaatkan SM untuk menyamakan kedudukan 79-79 di detik-detik akhir, yang memaksa laga berlanjut ke babak overtime.
Sayangnya, di babak tambahan, stamina dan akurasi tembakan SM menurun, sementara RANS tampil lebih solid untuk mengunci kemenangan.
Secara statistik, Yudha Saputera menjadi motor serangan SM dengan koleksi 20 poin, disusul Jalen Jones (18 poin), dan Abraham Damar (16 poin). Meski unggul dalam jumlah steals (16), SM kedodoran dalam menjaga area bawah ring.
Pelatih SM, Djordje Jovicic, mengakui keunggulan lawan yang mendominasi offensive rebound, dan mereka terlalu membuka ruang pada permainan post-up yang menjadi salah satu alasan kekalahan SM kali ini.
"Bermain back-to-back memang berat, namun tim tetap menemukan energi dan sempat bangkit setelah momentum kembali terjaga. Kami bahkan memiliki peluang di serangan terakhir untuk meraih kemenangan, tetapi pada akhirnya RANS tampil lebih solid dan pantas memenangkan laga ini," kata Jovicic.
"Selanjutnya, kami akan menghadapi Pacific Caesar. Dengan jeda hampir 12 hari setelah rangkaian back-to-back ini, kami bertekad memulihkan kondisi dan kembali ke jalur kemenangan."
Hal serupa dirasakan Widyanta Putra Teja, yang menilai timnya kalah dari kontrol defensive rebound yang membuat pemain RANS Simba Bogor memiliki peluang serangan lebih banyak.
"Selain itu, kami juga banyak kecolongan di area paint, ditambah foul trouble yang menimpa beberapa pemain, bahkan Jalen hingga foul out. Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal hingga akhir, kami kesulitan menguasai area paint dan lawan berhasil memanfaatkannya dengan baik," kata Widy.
Setelah kekalahan ini, Satria Muda memiliki waktu jeda 12 hari untuk evaluasi sebelum bersiap menghadapi Pacific Caesar.
Sementara itu, fokus publik basket Bandung kini tertuju pada ajang IBL All Star 2026 yang akan digelar 11 April mendatang, di mana enam penggawa Satria Muda terpilih untuk berlaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









