Akurat
Pemprov Sumsel

IBL All-Star 2026 Hadirkan Format Baru, Fans Pilih Kapten Tim Prastawa dan Yudha

Zainal Hasan | 16 Maret 2026, 22:26 WIB
IBL All-Star 2026 Hadirkan Format Baru, Fans Pilih Kapten Tim Prastawa dan Yudha
Pebasket Satria Muda Pertamina Bandung Jordan Ivy-Curry (kanan) saat memperebutkan bola dengan pebasket Tangerang Hawks, Joshua Cunningham (kiri), pada laga IBL 2026 di GOR Bandung Arena, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026). ANTARA/Novrian Arbi

AKURAT.CO, Ajang IBL All-Star 2026 akan kembali digelar sebagai salah satu agenda paling dinanti dalam kalender Indonesian Basketball League musim ini.

Event tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 April 2026 di Bandung.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, mengatakan bahwa All-Star tahun ini menghadirkan sejumlah inovasi baru untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penggemar basket.

Salah satu perubahan paling menonjol adalah sistem pemilihan kapten tim yang sepenuhnya ditentukan oleh suara penggemar.

"IBL fans memilih kaptennya. Sudah terpilih Prastawa dan Yudha," kata Junas di acara Buka Bersama IBL di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (16/3).

Dua pemain yang dimaksud adalah Andakara Prastawa dan Yudha Saputera. Keduanya memperoleh suara terbanyak dari hasil voting penggemar sepanjang proses pemilihan pemain All-Star.

Menariknya, hubungan antara kedua pemain tersebut memiliki cerita tersendiri. Yudha diketahui pernah mengidolakan Prastawa sebelum akhirnya kini menjadi rival di kompetisi profesional.

"Kebetulan Yudha dulu mengidolakan Pras, sekarang menjadi rival. Dua pemain terbaik itu akhirnya terpilih menjadi kapten," ujar Junas.

Dalam format baru ini, kapten tim diberi kewenangan menyusun komposisi pemain melalui sistem draft.

Setiap kapten memilih pemain secara bergantian hingga membentuk tim lengkap. Tidak hanya itu, kapten juga diberi kebebasan memilih pelatih yang akan memimpin tim mereka dalam pertandingan All-Star.

"Kami memberikan keleluasaan kepada kapten untuk memilih timnya, bahkan memilih coach-nya. Ini inovasi baru agar pemain ikut menyusun tim yang bisa menyenangkan para fans," jelas Junas.

Hasilnya, Prastawa memilih pelatih David Singleton, sedangkan Yudha menunjuk pelatih Cesar dari Borneo Hornbills.

Setiap tim akan diperkuat oleh 12 pemain, termasuk tiga pemain asing. Dengan demikian total ada 24 pemain yang akan meramaikan pertandingan All-Star tahun ini.

Junas berharap format ini dapat membuat pertandingan semakin kompetitif sekaligus memberikan hiburan yang lebih menarik bagi para penggemar basket.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.