Akurat
Pemprov Sumsel

Peluang Sambo Masuk PON 2028 Terbuka Lebar, KONI: Tergantung Lobi ke Tuan Rumah

Dian Eko Prasetio | 9 April 2026, 20:14 WIB
Peluang Sambo Masuk PON 2028 Terbuka Lebar, KONI: Tergantung Lobi ke Tuan Rumah
Wakil Ketua III Bidang Organisasi KONI Pusat, Purwadi (tengah), bersama Ketua Umum PP Persambi, Krisna Bayu, dan Sekjen PP Persambi, Arnold Silalahi, saat ditemui di Gedung FX, Senayan, Jakarta, Kamis (9/4/2026). AKURAT.CO/Dian Eko Prasetio

AKURAT.CO, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menyebut cabang olahraga sambo punya peluang besar untuk kembali dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan dihelat di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua III Bidang Organisasi KONI Pusat, Brigjen TNI (Purn) Purwadi, yang mewakili Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, dalam Musyawarah Nasional (Munas) PP Persambi di Gedung FX Senayan, Jakarta, Kamis, (9/4/2026).

Menurut Purwadi, eksistensi sambo sudah teruji setelah resmi dipertandingkan pada PON XXI 2024 Aceh-Sumut, PON Bela Diri 2025 di Kudus, hingga kesuksesan Kejuaraan Dunia Sambo Junior 2025 di Bogor.

"Dalam rangka PON 2028 di NTT-NTB, sebenarnya sambo bisa dimasukkan. Meskipun cabang olahraga Olimpiade menjadi prioritas, peluang tetap terbuka karena tuan rumah memiliki jatah untuk mengusulkan tiga cabang olahraga pilihan," ujar Purwadi.

Purwadi menjelaskan, kunci agar sambo bisa mentas di bumi Flobamora dan bumi Gora terletak pada keaktifan PP Persambi dalam menjalin komunikasi dengan daerah. Selain NTT-NTB, DKI Jakarta juga disebut sebagai alternatif lokasi yang potensial.

"Pengurus pusat harus melakukan pendekatan kepada provinsi terkait. Kami di KONI Pusat akan mendorong dan menyampaikan aspirasi ini kepada bidang prestasi agar sambo dipertimbangkan," jelasnya.

Tak hanya PON 2028, Purwadi juga membocorkan agenda terdekat yang bisa diikuti PP Persambi, yakni PON Bela Diri 2026 yang akan digelar di Sulawesi Utara. Ajang ini dinilai menjadi momentum emas bagi sambo untuk membuktikan prestasi dan menjaring dukungan lebih luas.

Keinginan agar sambo masuk dalam kalender PON 2028 juga disuarakan lantang oleh para pengurus daerah. Ketua Pengprov Persambi Aceh, Faisal Reza, menilai sambo adalah cabang olahraga yang sangat efisien secara infrastruktur.

"Sambo bisa dipertandingkan di hall atau gedung serbaguna, jadi tidak butuh bangun stadion baru. Kami sudah mendorong KONI Aceh untuk mendukung ini, apalagi kami sudah menyumbang emas di PON sebelumnya," tegas Faisal.

Senada dengan Aceh, Ketua Pengprov Persambi Sulawesi Utara, Audi Mantiri, menyatakan pihaknya juga tengah melancarkan lobi kepada KONI Sulut demi memastikan atlet mereka tetap memiliki panggung prestasi di 2028.

Di sisi lain, KONI Pusat memberikan rapor hijau bagi kepemimpinan Krisna Bayu di PP Persambi. Purwadi optimistis di tangan Bayu, sambo Indonesia akan terus naik kelas.

"Wah, kami mendukung penuh kepemimpinan Pak Krisna Bayu. Sambo butuh sosok pemimpin yang berani, rela berkorban, dan tegas. Dengan rekam jejak prestasinya, kami yakin peluang sambo kembali tampil di PON sangat besar," kata Purwadi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.